Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Efisien Perawatan, Spesifikasi Keramik Trotoar Baru Sebaiknya Diganti Dengan Cor Beton

Efisien Perawatan, Spesifikasi Keramik Trotoar Baru Sebaiknya Diganti Dengan Cor Beton

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Kondisi keramik trotoar disepanjang drainase ibukota ternyata setelah berjalan beberapa tahun sangat tidak efektif dalam hal perawatanya. Keramik yang sama tidak diproduksi dalam jangka panjang, sehingga menyulitkan perawatanya.

Oleh sebab itu, DPRD menyarankan, jika spesifikasi trotoar yang baru dan proyek lama yang sudah parah pecahnya, sebaiknya diganti dengan cor beton saja, sehingga kalau kedepan berlobang tinggal disemen ulang tanpa bongkar seperti perawatan keramik.

Hal ini diutarakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, menurutnya hal ini terkait erat dengan efisiensi anggaran yang sedang di jalani Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Artinya perencanaan penggunaan keramik ini masih belum matang, karena menyulitkan perawatannya.

“Bukan merombak fasilitas umum berupa trotoar yang telah di bangun, tetapi yang mengalami kerusakan dan mengharuskan ganti keramik di pertimbangkan untuk dirubah bahan bangunan yang digunakan. Dengan cor beton kami nilai lebih efektif serta mudah dalam pemeliharaan, tentu akan hemat pembiayaan,” papar Dedy.

Mekanisme E-Portal Pasar SAD Belum Diterima Pedagang, DPRD Minta Dibenahi

Menurutnya, penggunaan keramik kerap menimbulkan persoalan ketika terjadi kerusakan. Jika satu keping pecah, penggantian menjadi sulit karena ketersediaan material yang tidak selalu ada. Hal ini berujung pada trotoar yang tampak rusak dan tidak terawat. Kalau dibiarkan, pasti membuat masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut dalam aktifitasnya sehari hari merasa tidak nyaman.

“Mengacu pada sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Surabaya yang kini lebih banyak menggunakan cor beton bertekstur kasar untuk jalur pedestrian. Selain lebih tahan lama, metode tersebut juga dinilai lebih hemat biaya dan memudahkan perbaikan jika terjadi kerusakan. Kalau cor beton, ketika rusak bisa langsung diperbaiki dengan semen. Tidak perlu bongkar pasang keramik yang biayanya mahal dan perawatannya sulit,” imbuhnya.

Setiap program pembangunan harus benar-benar mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan kemudahan pemeliharaan. Karena kualitas pembangunan tidak selalu ditentukan oleh mahalnya material, melainkan oleh ketepatan perencanaan dan efektivitas penggunaannya.

“Pembenahan spesifikasi dan perencanaan penting agar pembangunan di Tanjung Redeb lebih terarah, efisien, dan mampu menjawab keluhan masyarakat secara konkret. Namun yang jangka panjang hemat biaya dan tetap menjaga kerapian penataan kota perlu kita terapkan,” pungkasnya. (Advetorial/NH)

Tanpa Sistem Yang Terkoordinasi, TPS Sampah Perkotaan Akan Terus Menjadi Konflik