TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Anggota DPRD Kabupaten Berau, Gideon Andris menyoroti persoalan keterbatasan lahan parkir di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Abdul Rivai yang dikeluhkan masyarakat. Ia menyayangkan apabila area yang seharusnya difungsikan untuk parkir justru dialihkan untuk kepentingan lain.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi menambah kesulitan pengunjung maupun keluarga pasien saat mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan milik daerah. Gideon mengungkapkan bahwa persoalan parkir di fasilitas kesehatan sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Ia menilai RSUD yang melayani masyarakat luas harus memiliki fasilitas parkir yang memadai, tertata, dan mampu menampung kebutuhan kendaraan pengunjung setiap hari.
“Sangat disayangkan kalau lahan parkir yang sudah terbatas justru digunakan untuk hal lain, apalagi sampai memanfaatkan badan jalan yang justru mempersempit akses masyarakat,” jelasnya dalam sesi wawancara di kantor DPRD Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb baru baru ini.
Ia menjelaskan, kondisi parkir yang tidak memadai dapat berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan. Pengunjung yang kesulitan mendapatkan tempat parkir berpotensi terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan, bahkan menimbulkan kemacetan di sekitar area RSUD. “Kalau masyarakat sudah susah parkir, tentu kenyamanan berobat juga terganggu. Ini bukan persoalan kecil, karena menyangkut pelayanan publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gideon menegaskan bahwa setiap perubahan pemanfaatan lahan di lingkungan rumah sakit harus melalui kajian mendalam dan survei lapangan. Kebijakan yang diambil tanpa perencanaan matang berisiko menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. “Kalau memang ada rencana perubahan fungsi lahan, harus dikaji secara matang dan mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat, jangan sampai kebijakan yang diambil justru merugikan pelayanan,” katanya.
Ia juga menilai ketersediaan parkir yang layak merupakan bagian dari pelayanan dasar yang harus dipenuhi Pemerintah daerah. Fasilitas parkir yang memadai tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga, tetapi juga mendukung kinerja tenaga medis serta kelancaran operasional RSUD dr Abdul Rivai. “Rumah sakit sebesar ini tentu membutuhkan lahan parkir yang representatif, jangan sampai masyarakat harus berputar-putar hanya untuk mencari tempat parkir,” imbuh Gideon.
Selain itu, Dewan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu juga meminta pengelola RSUD bersama Pemerintah daerah untuk meninjau ulang kebijakan yang berpotensi mengurangi kapasitas parkir. Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh agar setiap kebijakan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat. “Kami mendorong agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kenyamanan masyarakat,” tuturnya lagi.
Menurutnya, perencanaan pembangunan di lingkungan rumah sakit harus mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang, seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien setiap tahun. Tanpa perencanaan yang matang, persoalan parkir akan terus berulang dan menjadi keluhan yang sama dari waktu ke waktu. “Perencanaan harus visioner dan memperhitungkan kebutuhan ke depan, bukan hanya untuk jangka pendek,” tambahnya.
Gideon berharap Pemerintah daerah di Kabupaten Berau dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Ia menekankan bahwa fasilitas kesehatan merupakan layanan vital yang harus didukung dengan sarana prasarana yang memadai, termasuk lahan parkir. “Jangan sampai kebijakan kecil justru berdampak panjang bagi kenyamanan masyarakat. Ini harus menjadi perhatian bersama agar pelayanan kesehatan semakin baik,” tandasnya. (Advertorial/NH/Sof)
