TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Pelaksanaan Expo, apabila tetap di gelar setiap tahun tahun 2026 ini, menurut Anggota DPRD Kabupaten Berau, Gideon Andris positif saja, selama anggaran mendukung.

Menurutnya, kenapa Expo positif, karena sebagai sarana promosi pariwisata, produk lokal, serta potensi unggulan daerah. Namun, pelaksanaannya tidak boleh terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran dan prioritas pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah daerah.
Gideon menyampaikan bahwa setiap rencana kegiatan besar seperti Expo harus mempertimbangkan regulasi dan kebijakan Pemerintah pusat yang saat ini mendorong pengurangan kegiatan yang bersifat seremonial. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Expo harus dilihat dari urgensi serta dampak langsung yang dihasilkan bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
“Kalau memang memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong promosi daerah dan pertumbuhan ekonomi, tentu bisa dipertimbangkan untuk dilaksanakan,” katanya.
Ia menambahkan, arahan Pemerintah pusat terkait efisiensi belanja daerah menjadi pertimbangan penting dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta melakukan penilaian secara objektif terhadap rencana Expo, apakah masuk dalam kategori prioritas atau justru dapat ditunda.
“Kita harus melihat manfaatnya secara nyata, bukan hanya sebatas kegiatan seremonial tanpa dampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Gideon, Expo dapat menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif, produk UMKM, budaya lokal, hingga destinasi wisata unggulan. Jika dikemas dengan baik, kegiatan tersebut berpotensi mendongkrak perputaran ekonomi serta membuka peluang investasi baru di daerah. Namun, ia menekankan bahwa perencanaan harus dilakukan secara matang agar tidak menimbulkan beban berlebih terhadap keuangan daerah.
“Kegiatan ini bagus, tetapi harus disiapkan dengan perencanaan yang terukur, sehingga tidak mengganggu program prioritas lainnya,” imbuh Legislator Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa indikator utama dalam menentukan kelayakan Expo bukan hanya pada aspek kemeriahan acara, melainkan pada dampak jangka panjang yang dihasilkan. Dampak tersebut mencakup peningkatan kunjungan wisata, penyerapan produk lokal, serta promosi identitas daerah secara luas.
“Kalau Expo mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan memperkuat citra daerah, tentu menjadi nilai tambah yang besar,” tambahnya.
Gideon juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan Expo. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha, komunitas kreatif, serta dukungan swasta dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap APBD. Dengan begitu, beban anggaran daerah dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan kegiatan.
“Kolaborasi menjadi kunci, sehingga Expo tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga melibatkan peran dunia usaha dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah daerah melakukan evaluasi komprehensif sebelum memutuskan penyelenggaraan Expo. Evaluasi tersebut harus mencakup aspek ketersediaan anggaran, manfaat ekonomi yang terukur, serta relevansi kegiatan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Langkah ini penting agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.
Selain itu, Gideon menekankan bahwa kegiatan promosi daerah tetap penting dilakukan, namun harus disesuaikan dengan kondisi fiskal serta arah pembangunan yang sedang berjalan. Pemerintah daerah di Kabupaten Berau diharapkan mampu menyeimbangkan antara kebutuhan promosi daerah dan pengelolaan anggaran yang efektif.
“Prinsipnya bukan menolak Expo, tetapi menyesuaikan dengan kondisi anggaran dan manfaat publik yang dihasilkan. Jika dampaknya besar, tentu layak diprioritaskan,” pungkas Gideon Andris. (Advetorial/NH/Sof)
