Infrastruktur
Beranda / Infrastruktur / Mendesak, CT Scan RSUD Abdul Rivai Perlu Peremajaan

Mendesak, CT Scan RSUD Abdul Rivai Perlu Peremajaan

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – RSUD dr Abdul Rivai Berau mendorong pembaruan sejumlah fasilitas kesehatan, terutama perangkat CT Scan yang dinilai sudah tidak lagi ideal digunakan. Direktur RSUD Abdul Rivai, Jusram, menyebut alat tersebut telah berusia sekitar 15 tahun dan dukungan suku cadangnya sudah dihentikan selama tiga tahun.

“Kondisi tersebut menjadi perhatian kami, karena semakin lama perangkat digunakan, semakin besar risiko gangguan layanan akibat terbatasnya ketersediaan komponen pengganti,” ungkapnya saat ditemui di Ruang Pertemuan RPJPD Bapelitbang, Jalan APT Pranoto, Tanjung Redeb, Jumat (2/10/2026) lalu.

Di sisi lain, RSUD Abdul Rivai telah memperoleh dukungan alat kesehatan melalui program SIHREN (Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network) dari Kementerian Kesehatan. Bantuan tersebut mencakup sejumlah peralatan untuk layanan kateterisasi jantung (cath lab), kesehatan ibu dan anak, kemoterapi, serta layanan uronefro atau ginjal.

Namun, peralatan tersebut baru dapat dikirim setelah rumah sakit memenuhi kesiapan sarana, prasarana dan sumber daya manusia (SDM). Jusram menyebut dukungan itu sebenarnya telah tersedia sejak 2025 dan saat ini pihak rumah sakit masih mengawal proses realisasinya untuk 2026–2027.

“Kami terus mendorong agar peralatan yang sudah dialokasikan dapat segera direalisasikan. Tetapi kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah penggantian CT Scan,” ujar Jusram.

Kekurangan Air Bersih Jadi Keluhan, Rutan Tanjung Redeb Dapat Dukungan Sumur Bor

Ia mengatakan kebutuhan CT Scan baru telah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan. Usulan tersebut menjadi penting karena perangkat yang digunakan saat ini sudah tidak diproduksi lagi, sehingga ketersediaan sparepart semakin sulit.

“Kalau terus dibiarkan, kondisi itu dapat menjadi persoalan serius apabila terjadi kerusakan. Terlebih, CT Scan merupakan salah satu perangkat penting dalam menunjang pemeriksaan dan diagnosis pasien,” tambahnya.

Sementara itu, terkait informasi adanya dukungan anggaran sekitar Rp150 miliar dari Kementerian Kesehatan, Jusram mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian mekanisme serta pembagiannya. Karena itu, RSUD Abdul Rivai terus mengawal bantuan SIHREN sekaligus mengusulkan penggantian CT Scan sebagai kebutuhan prioritas.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan dukungan terhadap pembaruan perangkat tersebut agar pelayanan diagnostik di RSUD Abdul Rivai tidak terganggu akibat faktor usia dan keterbatasan suku cadang,” pungkasnya. (NH/Bintang)

 

Terancam Maraknya Penjarahan, Pemuda Tubaan Inisiasi Penyelamatan Ratusan Anggrek Endemik Berau