TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb membuka ruang pembelajaran bagi pelajar Yayasan Hubbul Yatama wal Masakin melalui kunjungan edukatif yang memperkenalkan berbagai kegiatan produktif warga binaan.
Kegiatan tersebut menjadi upaya mengenalkan sisi lain kehidupan di balik jeruji, sekaligus menunjukkan bahwa masa pembinaan dapat dimanfaatkan untuk mengasah keterampilan dan membangun kemandirian.
Dalam kunjungan tersebut, menurut Kepala Rutan Tanjung Redeb, Rian Permana, para pelajar diajak meninjau sejumlah unit kegiatan yang dikelola di lingkungan rutan, mulai dari pembuatan keripik pisang hingga budidaya hidroponik selada, ikan lele, bebek, maggot, dan tanaman kangkung.
“Mereka mendapat penjelasan mengenai tahapan pengelolaan, perawatan, hingga proses panen untuk memahami bagaimana sumber daya sederhana dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Kegiatan itu sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan warga binaan tidak cukup hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga perlu membekali mereka dengan kemampuan yang berguna ketika kembali ke tengah masyarakat. Keterampilan mengolah pangan dan mengembangkan budidaya menjadi salah satu modal untuk membuka peluang usaha maupun memenuhi kebutuhan secara mandiri.
“Namun ada tantangannya, dimana keterampilan tersebut perlu terus dikembangkan agar dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah warga binaan menyelesaikan masa pembinaan. Makanya kami terus asah kemampuan mereka, agar benar benar siap saat Kembali ke tengah masyarakat untuk berdikari dalam mencari nafkah,” imbuh Rian lagi.
Salah seorang pelajar, Caca, mengaku memperoleh pengalaman baru setelah melihat langsung proses produksi yang selama ini hanya dikenalnya secara terbatas.
“Saya merasa senang dapat mempelajari cara menanam selada, memelihara lele, hingga mengolah pisang menjadi makanan ringan. Pengalaman tersebut memberi saya gambaran bahwa setiap produk membutuhkan proses, ketelitian, dan perawatan sebelum bisa dimanfaatkan,” kata Caca.
Melalui kunjungan pelajar itu, Rutan Tanjung Redeb berupaya memperluas pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai fungsi pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Program UMKM dan ketahanan pangan tidak hanya menjadi sarana pelatihan bagi warga binaan, tetapi juga media pembelajaran mengenai produktivitas dan pemanfaatan sumber daya.
“Kami berharap, kegiatan semacam ini dapat mengikis pandangan bahwa warga binaan tidak lagi memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupan, sekaligus memperkuat dukungan masyarakat terhadap proses mereka membangun masa depan yang lebih mandiri,” pungkas Rian. (NH/Bintang)
