Ekonomi Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / UMKM Berau Hadapi Tekanan Ekonomi, Akses Modal Jadi Kendala

UMKM Berau Hadapi Tekanan Ekonomi, Akses Modal Jadi Kendala

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Pelaku UMKM di Kabupaten Berau kini lebih fokus mempertahankan usaha di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Kondisi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, saat di wawancarai di Ruang Pertemuan RPJPD Bapelitbang, Jalan APT Pranoto, Tanjung Redeb, Jumat (2/10/2026) lalu.

“Tekanan ekonomi turut dipengaruhi kondisi sejumlah sektor usaha, termasuk pertambangan dan perkebunan yang mengalami pengurangan tenaga kerja. Dampaknya, konsumsi masyarakat menurun sehingga pelaku UMKM harus menghadapi pasar yang semakin terbatas,” kata beliau.

Menurutnya, persoalan utama yang kini dihadapi UMKM bukan lagi keterampilan produksi maupun pengemasan, melainkan akses permodalan. Berbagai pelatihan telah diberikan pemerintah daerah, tetapi pelaku usaha masih kesulitan memperoleh pembiayaan yang mudah dan cepat.

“Banyak UMKM sudah memahami cara mengolah dan mengemas produk. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana mereka mendapatkan modal untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha,” ujarnya.

Karena itu, Said meminta perbankan lebih aktif mendatangi pelaku UMKM agar mereka tidak beralih kepada rentenir akibat proses pembiayaan formal yang dianggap rumit. Namun, ia juga mengingatkan agar modal yang diterima digunakan untuk kepentingan usaha dan tidak habis untuk kebutuhan konsumtif.

DLHK Sambut Penertiban Kawasan Hutan, Sinergi dengan APH Bakal Diperkuat

“Ditengah kondisi keuangan daerah saat ini, kami menilai penguatan UMKM semakin penting karena usaha kecil kini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga, terutama ketika pendapatan dari sektor formal mengalami tekanan,” tambah Sekda.

Karena itu lanjut Sekda, Said, melalui Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM Seri 17, ia berharap kerja sama pemerintah, perbankan, OJK dan Bank Indonesia dapat membuka akses pembiayaan yang lebih nyata bagi pelaku UMKM di Bumi Batiwakkal kedepan. (NH/Bintang)