TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Kekurangan tenaga pendidik di Kabupaten Berau perlahan mulai tersolusikan dengan adanya pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun permasalahan lain, yang dihadapi dalam dunia pendidikan di Bumi Batiwakkal adalah keberadaan sarana dan prasarana (sapras) masih banyak perlu di lengkapi.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Berau, Ali Syahbana dalam obrolan singkat baru baru ini, saat berjumpa di Kantor Bupati Berau, Jl APT Pranoto, Tanjung Redeb.
“Jadi dengan adanya penambahan tenaga Guru melalui pengangkatan PPPK membantu menyikapi kekurangan kebutuhan tenaga pendidik. Tetapi karena setiap tahun terdapat guru yang memasuki masa pension ini menyebabkan terjadi kekurangan lagi,” ungkapnya.
Berarti tambahnya, karena banyak juga guru yang pensiun, maka harus kembali diisi lewat pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun PPPK. Dalam pelantikan PPPK beberapa waktu lalu, sejumlah guru inklusi juga dilantik.
“Mereka ditempatkan di sekolah-sekolah yang membutuhkan, bahkan bisa diperbantukan ke sekolah lain melalui Unit Layanan Disabilitas Dinas Pendidikan. Guru inklusi ini sangat penting, makanya yang ada kami berdayakan agar sekolah-sekolah bisa terpenuhi meskipun jumlahnya terbatas,” jelasnya lagi.
Selain soal tenaga pengajar lanjut Ali, masalah dihadapi Dunia pendidikan di Berau terkait sapras Adalah mengenai lahan untuk membangun sekolah. Beliau mencontohkan di Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur, masyarakat sampai menggunakan rumah warga untuk kegiatan belajar mengajar karena tidak adanya lahan untuk di bangun sekolah.
“Hal itu terjadi bukan Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan tidak memperhatikan tetapi sebenarnya murni masalah tidak adanya lahan. Kalau lahan tersedia, dari dulu sudah kami bangunkan sekolah. Masyarakat memang sangat ingin ada sekolah, makanya mereka rela rumahnya dipakai sementara. Namunh al ini terus kami carikan jalan keluar,” terangnya.
Sementara itu, untuk rencana pembangunan sekolah di Kampung Biatan Ilir, permasalahan lahan sudah hampir selesai. Pembangunan fisik sekolah dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang. Ali Syahbana menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan terus berupaya mengurangi kekosongan guru, sekaligus memperhatikan sarana prasarana pendidikan.
“Semua ini bertahap, baik penambahan guru, pemberdayaan guru inklusi, maupun pembangunan sekolah baru. Tujuannya agar layanan pendidikan di Berau semakin merata,” pungkasnya mengakhiri. (Nht/Bin)
