TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk di kawasan ibu kota Tanjung Redeb, yang akhirnya berpengaruh terhadap pemenuhan fasilitas umum termasuk Pendidikan. Saat ini didalam ibukota sudah tersedia 4 gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), namun masih tidak mampu menampung murid setiap ajaran baru.
Oleh sebab itu, menurut Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis, hal ini mendesak untuk segera dibahas dan dibangun Gedung SMP baru. Terkait hal ini, Wabup langsung bergerak cepat dengan meninjau beberapa lahan kosong milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau yang memungkinkan bisa digunakan untuk membangun Gedung SMP baru.
“Dari beberapa lahan milik Pemerintah daerah yang kemungkinan bisa kita manfaatkan untuk bangunan sekolah baru adalah lahan Korpri. Memang luasanya hanya 1 hektare, namun jika dimanfaatkan dengan baik dan tehnik konstruksi bagus, missal dengan konstruksi bertingkat, maka meski lahan terbatas, namun bisa maksimal fungsinya,“ papar Wabup, Gamalis.
Tokoh Politik dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sudah 2 periode menjabat sebagai Wakil Bupati tersebut menambahkan, jika keluhan keterbatasan kelas tersebut selalu muncul khususnya setiap tahun ajaran baru lanjutan dari Sekolah Dasar (SD). Bahkan menurut data yang beliau terima, aturan zonasi sudah dilanggar, sebab ada beberapa SMP yang Alamat muridnya masuk zonasinya, namun sekolah menolak dengan pertimbangan over jumlah murid baru, sehingga harus dipindahkan ke SMP lain yang ruang kelasnya mampu menampung.
“SMP Negeri 2 Tanjung Redeb yang berada di Jalan Pulau Panjang itu selalu menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk sebagai lokasi prioritas penerimaan siswa baru karena memiliki kapasitas cukup besar, yakni 256 siswa. Akan tetapi kapasitas tersebut kini mulai tidak mencukupi karena adanya limpahan pendaftar dari SMP lain yang tidak tertampung lagi sudah di SMP zonasinya,“ imbuh Gamalis.
Karena itu menurut Gamalis, Pembangunan SMP baru ini snagat mendesak, jangan sampai nanti jika SMP 2 sudah membludak juga, sedangkan alternatif gedung baru masih belum dibangun. “Saat ini penambahan ruang kelas baru dimasing masing SMP juga sudah tidak bisa karena telah mencapai batas maksimal 28 kelas,“ pungkas Wabup. (Zas/Bin).
