TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Anggota DPRD Berau, Arman Nofriansyah, menjadi penggagas sekaligus penyelenggara Lomba Burung Berkicau Tingkat Nasional “Arman Cup” yang digelar di Alun-Alun Teluk Bayur. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan dengan dukungan pihak swasta tanpa menggunakan anggaran APBD.
Menurutnya, model kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa kegiatan besar yang berdampak luas bagi masyarakat tetap dapat terlaksana tanpa membebani keuangan daerah.
Arman menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan “Arman Cup” adalah untuk mendorong geliat UMKM di Teluk Bayur dan Bumi Batiwakkal secara umum. Ia menyebut bahwa event ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang untuk menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta dari berbagai daerah seperti Kalimantan Utara, Wahau, dan Samarinda membuktikan bahwa kegiatan ini mampu menarik minat luas dan memberi nilai tambah bagi pelaku usaha lokal.
Dalam penyampaiannya, Arman menyebut antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ia menuturkan bahwa total tiket yang terjual mencapai 2.304 lembar dan hampir habis.
“Ini menunjukkan bahwa komunitas pecinta burung berkicau sangat potensial jika difasilitasi dengan baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa masuknya tamu dan peserta dari luar daerah turut mendorong sektor pariwisata, mulai dari hunian penginapan hingga peningkatan perputaran ekonomi di wilayah Teluk Bayur.
Sebagai penyelenggara, Arman menyiapkan lebih dari beragam item hadiah dan doorprize untuk peserta, termasuk hadiah utama berupa satu unit motor. Ia mengucapkan apresiasi kepada para donatur yang ikut menyukseskan kegiatan ini.
“Saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak swasta yang telah mendukung penuh acara ini,” tuturnya.
Arman menilai bahwa dukungan tersebut menunjukkan kepercayaan kuat dari masyarakat dan pelaku usaha terhadap kegiatan yang bernilai positif.
Lebih jauh, Arman berharap “Arman Cup” dapat menjadi event tahunan yang terus berkembang dan menjadi ikon baru di Berau. Ia menilai kegiatan ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu alternatif peningkatan PAD daerah dari sektor UMKM dan pariwisata.
“Jika dilaksanakan secara berkelanjutan, saya yakin event ini akan memberi multiplier effect yang signifikan bagi masyarakat,” tandasnya.
Ia memastikan komitmennya untuk terus menggagas kegiatan yang berdampak langsung pada ekonomi lokal. (Azs/*)
