TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau terpaksa menghentikan sementara pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gurimbang akibat masuknya air laut ke sumber air baku. Kondisi tersebut menjadi ancaman bagi kelangsungan produksi air bersih, terutama ketika pasang laut terjadi.
Menurut Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, melalui Manager Hubungan Pelanggan, Rudy Hartono, mengatakan penghentian dilakukan sebagai langkah antisipasi agar air dengan kadar garam tinggi tidak masuk ke dalam proses pengolahan. Air baku baru akan kembali digunakan setelah kondisi membaik dan nilai Total Dissolved Solids (TDS) berada di bawah ambang 300 parts per million (ppm).
Gangguan tersebut katanya berdampak pada pasokan air bersih bagi pelanggan yang selama ini bergantung pada IPA Gurimbang, yakni wilayah Kampung Sukan, Tanjung Perangat, Gurimbang, Bangun sebagian pelanggan arah ke Sambaliung. Operasional tidak dapat dipaksakan selama kualitas sumber air belum memenuhi standar pengolahan.
“Kami akan mengaktifkan kembali instalasi setelah air surut dan kadar TDS turun di bawah 300 ppm,” jelas Rudy via whatsApp.
Tambahnya, Perumda Batiwakkal kini harus menyesuaikan pola operasional dengan kondisi pasang surut air. Persoalan ini menjadi tantangan karena penghentian produksi di IPA Gurimbang secara langsung dapat mengurangi kontinuitas distribusi kepada pelanggan di wilayah layanan terkait.
“Kami memastikan pemantauan terhadap kualitas air baku terus dilakukan. Sehingga produksi akan kembali dijalankan setelah parameter air dinilai aman untuk diolah, dengan harapan gangguan akibat intrusi air laut tidak berlangsung lebih lama dan pelayanan kepada pelanggan dapat segera kembali normal,” papar Rudy mengakhiri. (NH/Bintang)
