TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Keterbatasan pasokan air bersih sempat menjadi persoalan bagi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb. Keluhan dari warga binaan terkait air yang tidak selalu tersedia mendorong pihak Rutan mencari solusi tambahan melalui pembangunan sumur bor dengan dukungan pihak swasta.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Rian Permana, mengatakan kebutuhan air di dalam Rutan selama ini belum sepenuhnya terpenuhi. Kondisi tersebut bahkan membuat pihaknya harus mengatur waktu penggunaan air agar persediaan yang ada dapat mencukupi kebutuhan penghuni Rutan.
Menurutnya, warga binaan beberapa kali menyampaikan keluhan ketika aliran air berhenti atau jumlahnya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Pihak Rutan kemudian menerapkan pengaturan waktu pengaliran sebagai langkah sementara.
“Memang sebelumnya kami mengatur jadwal penggunaan air, kapan dibuka dan kapan ditutup. Itu dilakukan supaya persediaan yang ada bisa dibagi dan tidak cepat habis. Tetapi kebutuhan di lapangan ternyata masih belum terpenuhi,” ujar Rian saat ditemui di Rutan Jl Murjani II, Tanjung Redeb baru baru ini.
Kondisi tersebut menjadi persoalan karena air merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas warga binaan maupun petugas. Ketersediaannya berkaitan langsung dengan kebutuhan mandi, mencuci, kebersihan lingkungan hingga aktivitas pelayanan di dalam Rutan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rutan Tanjung Redeb kemudian mengajukan permohonan dukungan kepada salah satu Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan. Hasilnya, perusahaan memberikan bantuan pembangunan satu unit sumur bor sebagai tambahan sumber air bagi lingkungan Rutan.
“Alhamdulillah, fasilitas tersebut baru saja diresmikan dalam beberapa hari terakhir. Kehadiran sumur bor diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber air sebelumnya sekaligus membuat pemenuhan kebutuhan air di Rutan lebih stabil,” katanya lagi.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya tambahan sumber air, kebutuhan warga binaan dan aktivitas di Rutan diharapkan dapat berjalan lebih baik,” jelasnya.
Masih Rian, penyelesaian persoalan air tidak hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Karena itu, ia berharap fasilitas tersebut dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Besar harapan kami, kerja sama telah terbangun antara Rutan Tanjung Redeb dan pihak ketiga apakah Perusahaan swasta ataupun BUMN terus terjalin dalam mendukung berbagai kebutuhan di lingkungan pemasyarakatan, khususnya program yang memberikan manfaat langsung bagi warga binaan maupun petugas,” papar Rian sekaligus mengakhiri. (NH/Bintang)
