TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Salah satu hal menarik menjadi penekanan Bupati Kabupaten Berau, Sri Juniarsih Mas, saat sambutan dalam kegiatan pelantikan pergantian antarwaktu (PAW), Muhammad Amin, menggantikan Suriansyah Anggota DPRD dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengisi sisa masa jabatan 2024–2029 setelah meninggal dunia pada Juni 2026.
Pada kesempatan tersebut, Petinggi di Bumi Batiwakkal menyinggung persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berdampak di Berau. Menurut beliau, persoalan tersebut membutuhkan kesadaran bersama serta kepatuhan terhadap aturan agar dampak kabut asap dapat segera berakhir.
“Jadi, meski titik kebakaran di wilayah setempat disebut telah berkurang, asap dari daerah lain masih memengaruhi kondisi udara. Kebakaran di lahan gambut dapat menyisakan bara di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan telah padam. Kondisi itu membuat asap berpotensi kembali menebal, termasuk setelah hujan turun,” ungkap beliau.
Lanjut Bupati, harap masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan karena dampaknya dapat meluas dan mengganggu kehidupan sehari hari warga.
“Jangan anggap remeh dampak kabut asap, makanya harus disikapi secara bersama agar tidak ada gangguan lagi, termasuk dalam putra putri kita dalam menempouh Pendidikan bisa normal tatap muka Kembali,” tutur Orang nomor satu di Kota Sanggam tersebut. (NH/Bintang)
