TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Pertumbuhan jumlah penduduk Kabupaten Berau yang telah mencapai 303.440 jiwa menjadi perhatian serius DPRD Berau. Pasalnya, pendataan kependudukan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan, khususnya bagi warga yang berdomisili di Berau tetapi masih menggunakan KTP luar daerah.

Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menegaskan bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) perlu lebih aktif melakukan pendataan terhadap warga yang tinggal di Kota Sanggam, baik yang telah memiliki KTP Berau maupun yang belum. “Saat RDP bersama Ketua KPU Berau beberapa waktu lalu terungkap jumlah penduduk kita mencapai 303.440 jiwa. Data itu valid berdasarkan Disdukcapil, tetapi belum tentu menggambarkan kondisi riil di lapangan,” ujarnya saat ditemui di kantor DPRD Berau, Jalan Gatot Subroto, Tanjung Redeb.
Ia menilai masih banyak warga yang tinggal dan bekerja di Berau, namun belum tercatat secara administratif karena belum mengurus KTP setempat. “Kalau Disdukcapil bekerja lebih maksimal, saya yakin jumlah penduduk kita bisa jauh lebih besar. Banyak warga di wilayah pesisir dan kawasan industri masih menggunakan KTP luar daerah,” tegasnya.
Frans mencontohkan sejumlah kawasan perusahaan seperti PT Tanjung Buyu Perkasa dan PT Jabontara Eka Karsa yang didominasi tenaga kerja dari luar daerah. Menurutnya, kondisi ini akan semakin kompleks dengan rencana beroperasinya perusahaan besar seperti PT Kertas Nusantara yang diperkirakan mulai berproduksi dalam waktu dekat dan berpotensi menarik arus masuk penduduk baru.
“Kalau industri sudah berjalan, orang pasti berdatangan. Kalau Disdukcapil hanya menunggu warga datang mengurus administrasi, maka data kependudukan kita akan selalu tertinggal,” katanya.
Politikus Partai Hanura tersebut menekankan perlunya pola jemput bola dalam pendataan, yakni petugas aktif mendatangi masyarakat dan kawasan padat pekerja. “Disdukcapil harus turun langsung ke lapangan, jangan hanya menunggu. Dengan cara itu, data penduduk kita bisa lebih akurat dan komprehensif,” ucapnya.
Ia optimistis, apabila pendataan dilakukan secara konsisten, jumlah penduduk Berau berpotensi menembus angka 400 ribu jiwa. “Saya yakin, kalau semua warga yang berdomisili benar-benar terdata, angka penduduk kita bisa jauh melampaui 303 ribu jiwa,” ungkapnya.
Frans menambahkan, persoalan pendataan ini tidak hanya berdampak pada administrasi kependudukan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap representasi politik daerah. “Dengan jumlah penduduk di atas 300 ribu jiwa, kursi DPRD bisa bertambah menjadi 35 kursi, bahkan berpeluang hingga 40 kursi jika datanya benar-benar akurat,” jelasnya.
“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut hak politik masyarakat Bumi Batiwakkal. Data kependudukan yang valid akan menentukan arah kebijakan pembangunan sekaligus keterwakilan rakyat di DPRD,” pungkasnya. (Advetorial/NH/Sof)
