Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Dengan Konsep Terencana, DPRD Yakin Teluk Bayur Mampu Menjadi Ruang Publik Baru

Dengan Konsep Terencana, DPRD Yakin Teluk Bayur Mampu Menjadi Ruang Publik Baru

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Selain Keraton Sambaliung dan Gunung Tabur, Kecamatan Teluk Bayur juga memiliki histori sejarah tersendiri yang belum maskimal dikembangkan. Menurut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, pemanfaatan kawasan Steenkolen 1912 serta sejumlah aset bersejarah di Kecamatan Teluk Bayur juga memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola secara tepat, terencana, dan berkelanjutan.


Namun, konsep yang matang dan koordinasi yang tepat antara Pemerintah Kecamatan dan Dinas Pariwisata adalah kuncinya. Tidak hanya Sejarah histori semenjak jaman penjajahanya saja, Kecamatan Teluk Bayur dengan kawasan Steenkolen yang dikenal masyarakat, juga dapat menjadi ruang publik baru bagi aktivitas masyarakat termasuk untuk menggerakan roda ekonomi.

“Mengelola dan mengolah fungsi wilayah dan Sejarah inilah yang harus dirumuskan, ini bukan hanya soal sejarah, tetapi bagaimana kita memberi fungsi agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ujar Agus Uriansyah dalam sesi diskusi beberapa waktu lalu saat acara Musrenbang tingkat Kecamatan.

Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa fokus utama bukan semata pada kondisi fisik bangunan yang ada saat ini, melainkan pada sistem pemeliharaan dan pengelolaan jangka panjang. Ia menilai, tanpa kejelasan pengelolaan, aset daerah berpotensi kembali terbengkalai meski sudah diperbaiki.

“Selain pemeliharaannya, membuat suatu objek menarik dan diminati juga PR bersama antara instansi terkait dengan pihak kecamatan, sebab disitu juga ada eks kantor kecamatan yang memiliki ruang publik bagus untuk dikembangkan, “imbuhnya.

Data Penduduk 303 Ribu Jiwa, DPRD Nilai Banyak Warga Non-KTP Berau Belum Terdeteksi

Menurutnya, kejelasan pengelolaan dapat diwujudkan melalui pembentukan tim atau penunjukan pengelola yang disepakati bersama. Agus menegaskan, pengelolaan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus berbasis perencanaan yang matang.

“Harus ada konsep yang jelas, mau dimanfaatkan untuk apa, siapa pengelolanya, dan bagaimana keberlanjutannya,” katanya.

Ia berharap, pemanfaatan kawasan Steenkolen dan aset bersejarah lainnya dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat Teluk Bayur. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi warga, keberadaan aset yang terkelola baik juga diyakini mampu memperkuat identitas kawasan sebagai bagian dari Berau Pesona. (Advetorial/NH)