Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Efisiensi Anggaran Menggerus ADK, DPRD Desak Kampung Sambaliung Bangkit Lewat PAK

Efisiensi Anggaran Menggerus ADK, DPRD Desak Kampung Sambaliung Bangkit Lewat PAK

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Kebijakan efisiensi anggaran yang mulai berlaku pada Tahun Anggaran 2026 dinilai berdampak langsung terhadap alokasi dana kampung (ADK) di wilayah Kecamatan Sambaliung. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Berau, Subroto, menegaskan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini menuntut kampung-kampung untuk tidak lagi hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

 

“Kami memahami kegelisahan para kepala kampung, tetapi realitasnya anggaran 2026 sudah banyak mengalami pemotongan,” ujarnya.

“Situasi ini sangat mungkin berlanjut hingga perencanaan anggaran 2027 sehingga perlu ada strategi baru dari kampung,” tambahnya.

Siap Kawal Aspirasi Warga Tanjung Batu Yang Mendesak, Liliansyah: Khususnya Yang Terjaring Melalui Reses

Pernyataan tersebut disampaikan Subroto saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sambaliung yang digelar di halaman kantor kecamatan. Ia menilai, efisiensi anggaran harus dijadikan momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui Pendapatan Asli Kampung (PAK). “Kami tidak ingin kampung terus bergantung pada dana transfer,” tegasnya.

“Kalau kampung punya sumber pendapatan sendiri, maka program pembangunan tetap bisa berjalan meski ada pengurangan anggaran,” lanjutnya.

Menurutnya, masih banyak kampung di Kecamatan Sambaliung yang belum optimal menggali potensi PAK. Ia mencontohkan beberapa wilayah pesisir di Bumi Batiwakkal yang sudah mampu menghasilkan puluhan juta hingga miliaran rupiah dari usaha kampung. “Tadi saya belum melihat gambaran jelas terkait PAK di Sambaliung,” ungkapnya.

“Padahal ada kampung lain yang bisa menghasilkan Rp30 juta bahkan sampai Rp1 miliar dari penghasilan asli kampungnya,” jelas Subroto.

Subroto menegaskan bahwa kemandirian fiskal kampung merupakan kunci menjaga kesinambungan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Ia menyebut, kampung yang memiliki PAK akan lebih leluasa membiayai kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik. “Harapan kami, kampung tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah daerah,” katanya.

DPRD Wanti-wanti Petani Padi Menyusut, Sumadi Minta DTPHP Bergerak Cepat

“Kalau ada PAK, kebutuhan masyarakat bisa lebih cepat terakomodasi dari anggaran kampung itu sendiri,” tandasnya.

Politikus Partai Golkar tersebut juga menilai potensi ekonomi di Berau, khususnya Sambaliung, masih sangat besar dan belum digarap maksimal. Ia menyoroti sektor pariwisata, pertanian, perikanan, hingga ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal sebagai sumber PAK yang menjanjikan. “Potensi kita sangat banyak, tinggal bagaimana kampung mau menggali dan mengelolanya secara serius,” ucapnya.

“Mulai sekarang, kami mendorong kampung menyusun strategi pengembangan unit usaha desa agar benar-benar mandiri, inovatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.(Advetorial/NH/Sof)