TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menegaskan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia menilai, objek wisata di Bumi Batiwakkal masih sangat membutuhkan dukungan infrastruktur dan fasilitas penunjang agar dapat berkembang secara optimal. Menurutnya, pengurangan anggaran tidak seharusnya mengorbankan sektor yang telah menjadi bagian dari visi dan misi kepala daerah.
Gideon menyebutkan bahwa pariwisata merupakan salah satu prioritas pembangunan yang harus terus dijaga konsistensinya. Ia meminta agar jika memang terjadi pengurangan anggaran, maka dilakukan secara wajar dan tidak signifikan. “Kami meminta kalau pun ada pengurangan, ya yang sewajarnya saja. Jangan sampai betul-betul dikurangi, apalagi sampai mengorbankan sektor pariwisata,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan efisiensi memang perlu dilakukan, namun harus tetap memperhatikan dampaknya terhadap sektor strategis. Menurutnya, pariwisata memiliki peran penting sebagai penopang ekonomi daerah di masa depan. “Efisiensi tetap dilakukan, tapi jangan sampai signifikan. Ini juga bagian dari visi-misi Bupati, bagaimana caranya pariwisata Kabupaten Berau tetap berjalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gideon menyoroti kondisi ekonomi daerah yang selama ini masih bergantung pada sektor tambang. Ia menilai, ketika sektor tambang dan sektor lainnya melemah dan tidak lagi bisa diandalkan, maka pariwisata harus siap menjadi alternatif penggerak ekonomi. “Kalau nanti sektor tambang melemah, Berau harus punya pariwisata yang infrastrukturnya sudah baik. Itu sebabnya pembangunan fasilitas wisata tidak boleh diabaikan,” katanya.
Terkait rencana pengajuan festival oleh sejumlah perhimpunan, Gideon menyebutkan bahwa pihaknya masih perlu melihat ketersediaan anggaran daerah. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah perbaikan infrastruktur pariwisata, meskipun promosi dan penyelenggaraan event juga penting. “Soal festival di luar program pemerintah, kita lihat dulu ketersediaan anggaran dari Pemda dan bagaimana DPR menganggarkannya. Fokus kita tetap pada infrastruktur dan persiapan pariwisata. Promosi penting, event juga penting, tapi semua harus disesuaikan dengan kondisi anggaran,” tandasnya. (Azs/*)
