TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) digelar diseluruh wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Berau bukan hanya formalitas, namun harus menjadi wadah untuk menyepakati prioritas usulan pembangunan dari kampung, mensinergikannya dengan pagu indikatif daerah, serta merumuskanya untuk menjamin perencanaan pembangunan secara terukur.

Hal itu ditegaskan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau Ichsan Rafi kepada awak media. Dia juga menjelaskan kenapa setiap forum Musrenbang selalu dihadiri unsur Pemerintah daerah selaku eksekutif dan DPRD selaku legislatif serta para pemangku kepentingan lainya, karena itu untuk menjaring dan menyatukan persepsi program prioritas.
Ichsan juga memaparkan, Seluruh pusat layanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi terpusat di ibu kota yaitu Tanjung Redeb, namun, berbagai persoalan klasik seperti banjir, pengelolaan sampah, dan ketidakpastian layanan kesehatan dinilai belum menunjukkan penyelesaian yang signifikan, padahal program tersebut selalu muncul di Musrenbang.
“Kalau perencanaannya hanya formalitas, bagaimana masalah banjir, sampah, dan layanan kesehatan bisa selesai, saya berharap agar musrenbang ini bukan sekedar musyawarah ringan semata, namun harus ada hasilnya,” tegas Wakil Rakyat asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.
Tanjung Redeb sebagai wajah Kabupaten Berau seharusnya menunjukkan indikator keberhasilan yang konkret dan terukur, bukan sekadar daftar usulan program. Menurutnya, agenda strategis daerah tidak seharusnya dibahas secara terburu-buru tanpa diskusi komprehensif.
“Saya selaku wakil dan mewakili keluhan masyarakat, agar hasil musrenbang tidak berhenti sebagai catatan administratif, melainkan dirumuskan menjadi daftar output yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi secara berkala. Jika wajah ibu kota saja masih belum beres, maka kita sudah bisa membayangkan bagaimana dengan diperkampungan, “tegasnya lagi. (Advetorial/NH)
