TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau telah menyepakati, dengan menandatangani Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2026.
Dimana program prioritas Pemkab Berau belum beranjak dari sektor pendidikan dan kesehatan. Hal itu sebagaimana misi Bupati dan Wakil Bupati Bumi Batiwakkal periode tahun 2025-2029 yakni mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berahklak dan berbudaya melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
Sebab, pendidikan dan kesehatan merupakan dua aspek fundamental yang saling berkaitan dan esensial bagi kemajuan suatu daerah. Melalui pendidikan yang berkualitas, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi diri dan berkontribusi pada pembangunan. Sementara itu, kesehatan yang baik memastikan masyarakat dapat hidup produktif dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.
Hal itu diungkapkan Petinggi Kota Sanggam, Sri Juniarsih Mas di kantor DPRD jalan Gatot Subroto, Kecamatan Tanjung Redeb baru baru ini. “Dengan telah di sepakatinya KUA-PPAS 2026, bentuk wujud komitmen Pemerintah daerah dan DPRD dalam menjaga kesinambungan pembangunan di Bumi Batiwakkal. Mengapa masih pendidikan dan kesehatan arah kebijakan kami, karena kedua bidang tersebut investasi jangka panjang yang memberikan manfaat signifikan bagi individu, masyarakat, dan daerah,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, Srikandi pertama menjadi Bupati di Berau itu juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif. Makanya, selain pendidikan dan kesehatan Pemkab Berau juga fokus menjaga keamanan dan stabilitas daerah, memperkuat perlindungan sosial, serta mempercepat pengentasan kemiskinan.
Tidak hanya itu, Pemerintah daerah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah, peningkatan ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana, hingga pengembangan ekonomi berbasis inovasi hijau dan teknologi bersih. “Tentunya, semua program tersebut merupakan wujud keseriusan kami, sekaligus sinergi yang baik antara eksekutif bersama legislatif demi mewujudkan Berau yang maju, unggul, berkelanjutan, makmur, dan sejahtera,” ujar Sri Juniarsih lagi.
Saat ditanyakan anggaran yang bakal dialokasikan untuk bidang pendidikan dan kesehatan tahun 2026 akan datang, beliau menjawab, “Tunggu sampai dengan APBD TA 2026 telah di sahkan, baru diketahui nominal pastinya. Karena saat ini baru berupa KUA-PPAS, namun untuk struktur alokasi anggaran dalam KUA-PPAS 2026 Pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp 4,182 triliun, sementara belanja daerah ditetapkan sebesar Rp 4,764 triliun,” jelas Bupati, Sri Juniarsih.
Sementara kekurangan anggaran tersebut ditutup dengan pembiayaan sebesar Rp 581,7 miliar. Dimana dana tersebut akan digunakan untuk belanja rutin, gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), operasional Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta belanja prioritas yang diarahkan pada peningkatan layanan publik.
Kemudian program lain juga di sasar melalui KUA PPAS 2026 adalah bidang sosial, perumahan, air bersih, dan program pengentasan stunting. Selain itu, Pemda juga menyiapkan anggaran untuk pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan posyandu, serta dukungan operasional PKK. “Belum semua usulan dapat diakomodir pada tahun depan itu, namun kebutuhan yang belum terpenuhi akan menjadi perhatian pada tahun anggaran berikutnya,” jawab Orang nomor satu di Bumi Batiwakkal tersebut. (NH)
