TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Pasca diresmikan beberapa waktu lalu, keberadaan Gedung wallet Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai tidak hanya sekedar menambah ruangan, namun juga mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai filosofi namanya. Hal itu ditegaskan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas kepada awak media menjawab harapan beliau atas dimulainya aktifitas Gedung baru tersebut.
Beliau menegaskan bahwa Gedung wallet akan menjalankan fungsi utamanya sebagai Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sebagai garda terdepan pelayanan darurat, tentunya harus dikelola secara profesional tanpa membeda-bedakan pasien, baik pengguna BPJS maupun non-BPJS. Selain itu, Sri Juniarsih mengingatkan pentingnya koordinasi antara pihak rumah sakit, Dewan Pengawas, dan instansi terkait termasuk BPJS. Ia tidak ingin dana Miliaran rupiah yang dikeluarkan daerah untuk BPJS justru tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat mengeluh karena tidak mendapat pelayanan sesuai haknya. Edukasi dan sosialisasi perlu digencarkan agar mekanisme rujukan dan klaim BPJS berjalan sesuai aturan. Mari bekerja dengan hati, profesional, dan penuh integritas, agar masyarakat merasakan manfaat hadirnya fasilitas baru ini,” tegasnya.
Sejauh ini beliau mengakui bahwa baik pelayanan maupun fasilitas RSUD masih banyak dikeluhkan oleh Masyarakat. Dirinya berharap, dengan kehadiran gedung baru pelayanan untuk pasien di IGD, ICU dan kamar operasi dapat menjadi jawaban atas kualitas pelayan di rumah sakit selama ini. “Masyarakat saat ini sudah melek digital, jangan buat kesalahan dalam melayani masyarakat,” pesannya.
Sementara itu saat dimintai komentarnya, Kepala RSUD Abdul Rivai dr. Jusram yang juga dokter spesialis penyakit dalam, menjelaskan bahwa filosofi penamaan gedung tersebut untuk menjawab harapan Masyarakat kedepan bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau. Sesuai namanya, burung walet yang dikenal presisi, cepat, dan hanya memilih yang terbaik. Hal itu diharapkan menjadi semangat bagi tenaga kesehatan di RSUD dr. Abdul Rivai untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas.
“Gedung ini terdiri dari tiga fasilitas utama, yakni IGD, kamar operasi, dan ICU. Semua membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam penanganannya,” jelasnya.
Ia juga mengakui masih ada sejumlah kekurangan, baik dalam pelayanan maupun pemanfaatan teknologi digital, yang menjadi catatan masyarakat. Namun, ia menegaskan rumah sakit akan terus berbenah agar pelayanan semakin optimal.
“Selama 40 tahun lebih, RSUD dr. Abdul Rivai telah menolong ribuan nyawa. Kami berharap gedung baru ini semakin memperkuat peran kami dalam mendukung program kesehatan pemerintah daerah,” tambahnya.
Gedung Walet sejatinya direncanakan rampung sejak Juni 2020, namun sempat tertunda akibat force majeure berupa longsor saat pengerjaan konstruksi. Struktur bangunan yang memiliki kedalaman lebih dari 30 meter membuat area pembangunan rawan, namun tim berhasil mengatasinya hingga kini bisa difungsikan.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya gedung ini, pelayanan kesehatan semakin cepat, tepat, dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (NH/BN).
