Ekonomi Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Tarif Pelayanan BPJS Alami Perubahan, Komisi I DPRD Berau Sidak RSUD dr Abdul Rivai

Tarif Pelayanan BPJS Alami Perubahan, Komisi I DPRD Berau Sidak RSUD dr Abdul Rivai

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Tarif pelayanan BPJS Kesehatan alami perubahan, dimana terjadi penurunan. Memastikan agar pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rifai tetap siap baik dari segi fasilitas maupun pelayanan akan diberikan ke masyarakat, khususnya yang menggunakan BPJS saat berobat ataupun rawat inap di RS plat merah tersebut, memotivasi Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau melakukan inpeksi mendadak (sidak), Senin (20/10/2025).

Setelah melakukan peninjauan ruang demi ruang di RSUD dr Abdul Rivai, Ketua Komisi I DPRD Bumi Batiwakkal, Elita Herlina memberikan waktu bagi Insan Pers untuk mewawancarai dirinya, pada kesempatan itu beliau menuturkan, bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap mitra kerja di sektor kesehatan. Salah satu fokus utama adalah memastikan penyesuaian tarif layanan BPJS yang sempat mengalami penurunan dapat kembali normal pada Desember mendatang.

“Kami ingin memastikan bahwa tarif layanan BPJS kembali seperti sebelumnya. Berdasarkan hasil diskusi dengan PLT Direktur, insyaallah mulai November 2025 tarifnya kembali normal,” ujarnya.

Selain membahas tarif BPJS, Komisi I juga meninjau sejumlah ruang pelayanan seperti ruang ICU, IGD, hemodialisa (cuci darah), dan ruang rawat anak. Elita menyebutkan bahwa beberapa fasilitas masih membutuhkan perbaikan dan penambahan, terutama ruang cuci darah yang masih terbatas.

“Masih ada empat hingga lima alat cuci darah yang belum difungsikan karena keterbatasan dana. Padahal pasien hemodialisa di Berau cukup banyak dan seharusnya bisa sepenuhnya dilayani di sini tanpa harus keluar daerah,” jelasnya.

Peluang Menjadi Anggota Legislatif Terbuka, Karena Jumlah Penduduk Berau Meningkat, Kursi Di DPRD Bisa 35

Elita juga menyoroti kondisi ruang tunggu pasien yang dinilai kurang nyaman karena minim fasilitas seperti kursi dan kipas angin. Ia menilai kenyamanan pasien merupakan bagian penting dari proses penyembuhan.

“Kita temukan pasien harus berdiri atau mengipas sendiri karena kurang ventilasi. Ini harus segera diperbaiki agar pasien merasa nyaman. Padahal hal ini telah lama dikeluhkan, namun entah mengapa Gerakan RSUD terlalu lamban untuk menyikapi, harap jadi perhatian pihak RSUD,” tambahnya.

Terkait tindak lanjut hasil kunjungan, Komisi I akan menggelar rapat kerja bersama Dinas Kesehatan, BPJS, dan pihak rumah sakit pada November mendatang. Rapat tersebut akan membahas solusi peningkatan layanan, penambahan ruang rawat inap, serta pembenahan sistem pembiayaan agar tidak terjadi saling lempar tanggung jawab antara pihak rumah sakit dan BPJS.

“Kami minta pihak RSUD membuat catatan-catatan kebutuhan prioritas agar bisa kami perjuangkan. Kolaborasi antara DPRD, Dinas Kesehatan, BPJS, dan rumah sakit sangat penting agar masyarakat mendapat pelayanan terbaik,” tegas Elita.

Dalam sidak Komisi I DPRD Berau ke RSUD dr Abdul Rifai turut di damping Dinas Kesehatan Berau, juga didampingi beberapa managemen RSUD. Pada kesempatan itu, saat Jurnalis akan meminta tanggapan dari pihak RSUD tidak ada yang bersedia, sampai dengan pemberitaan ini diterbitkan. (NH/BIN)

DPRD Minta KPU Berbenah, Terutama Dalam Hal Sosialisasi ke Lapangan