TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Mengantisipasi ancaman cuaca buruk yang kerap mengganggu lalu lintas udara di Kabupaten Berau, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau membeberkan strategi jangka panjang untuk menjamin keselamatan serta kenyamanan penerbangan.
Perubahan cuaca ekstrem dan anjloknya jarak pandang tidak hanya mengancam keselamatan penerbangan, tetapi juga memicu gejolak di ruang tunggu akibat penundaan penerbangan yang mendadak.
Guna meredam resah calon penumpang, otoritas bandara memperkuat kolaborasi bersama BMKG dan pihak maskapai untuk menyajikan pembaruan informasi cuaca serta kepastian jadwal terbang secara transparan.
Kepala Kantor BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri menegaskan, keterbukaan data menjadi prioritas utama agar calon penumpang mendapatkan kejelasan kondisi di lapangan. Di sisi lain, pemeliharaan infrastruktur teknis seperti peralatan bantu pendaratan di landasan pacu serta sarana terminal terus ditingkatkan keandalan fungsinya.
“Sistem keselamatan tidak boleh kompromi. Kami memastikan seluruh instrumen navigasi pendaratan dan fasilitas pendukung selalu siap pakai, dengan dukungan personel darat yang mengantongi sertifikasi kompetensi resmi,” tegas pimpinan UPBU Kalimarau tersebut.
Melalui sinergi antar-lembaga, perawatan fasilitas berkala, dan kesiapsiagaan SDM tersertifikasi, UPBU Kalimarau optimistis dapat menekan dampak gangguan cuaca ekstrem serta memastikan operasional penerbangan di Berau tetap berjalan aman dan terkendali. (NH/Bintang)
