TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Persiapan atlet Kabupaten Berau menghadapi ajang pekan olahraga provinsi (Porprov) Kalimantan Timur menghadapi persoalan serius. Sejumlah atlet yang telah lolos verifikasi hingga kini masih menjalani latihan secara mandiri, padahal waktu persiapan semakin terbatas dan mereka membutuhkan program pemusatan latihan secara intensif untuk mengejar target juara umum.
“Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam memaksimalkan persiapan kontingen Berau. Sejauh ini seharusnya atlet sudah masuk tahap Training Center (TC) dengan durasi minimal tiga bulan. Dalam masa tersebut, kemampuan atlet dapat dipantau secara berkala melalui evaluasi dan monitoring, sekaligus memastikan program latihan berjalan sesuai target,” kata Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau, Taupan Madjid baru baru ini saat ditemui di Lapangan Pemuda Jl Pemuda, Tanjung Redeb.
Persoalannya, sebagian atlet masih harus membiayai latihan menggunakan kemampuan sendiri. Kondisi ini dinilai kurang ideal jika Berau ingin bersaing dengan daerah lain yang telah lebih dahulu memusatkan latihan atletnya.
“Kalau ingin mengejar juara umum, persiapannya tidak bisa setengah-setengah. Atlet membutuhkan latihan terarah, evaluasi rutin dan dukungan selama menjalani TC,” ujar Taupan.
Ia menambahkan, latihan saja belum cukup untuk mengukur kesiapan atlet. Para atlet juga membutuhkan try out atau pertandingan uji coba dengan peserta dari daerah lain agar kemampuan mereka dapat dibandingkan secara objektif. Dalam cabang olahraga yang memiliki ukuran prestasi secara spesifik, seperti atletik, uji tanding diperlukan untuk mengetahui sejauh mana catatan waktu atau jarak yang telah dicapai atlet dibandingkan pesaingnya.
“Jadi, dari hasil tersebut menjadi bahan evaluasi sebelum memasuki pertandingan sebenarnya. Kami mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu hambatan dalam memenuhi seluruh kebutuhan persiapan kontingen. Karena itu, KONI berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan minimal berupa kebutuhan dasar atlet, seperti suplemen dan biaya transportasi selama menjalani program latihan maupun uji coba,” paparnya.
Di sisi lain lanjutnya, KONI juga membuka peluang keterlibatan sektor swasta. Menurutnya, pembinaan olahraga tidak dapat sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Perusahaan maupun pihak swasta yang memiliki kepedulian terhadap olahraga di Berau diharapkan ikut membantu menutup kebutuhan pembiayaan yang belum terpenuhi.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah dan pihak swasta. Kekurangan anggaran ini perlu kita atasi bersama agar atlet bisa menjalani persiapan secara maksimal,” jelasnya.
Taupan menegaskan, target juara umum membutuhkan kerja kolektif, kedisiplinan atlet serta persiapan yang terukur. Tanpa pemusatan latihan dan dukungan pendanaan yang memadai, peluang Berau untuk bersaing secara optimal dengan daerah lain dinilai akan semakin berat.
“Karena itu, kami berharap dukungan terhadap atlet dapat segera direalisasikan sehingga program TC, evaluasi dan try out dapat berjalan sebelum kompetisi berlangsung. Persiapan yang matang menjadi kunci agar target prestasi tidak berhenti sebagai sekadar ambisi, tetapi dapat diwujudkan melalui hasil pertandingan,” imbuh Taupan sekaqligus mengakhiri. (NH/Bintang)
