Hukum
Beranda / Hukum / Lacak Posisi Lewat Google Maps, Kakak di Talisayan Temukan Adiknya Tewas Gantung Diri

Lacak Posisi Lewat Google Maps, Kakak di Talisayan Temukan Adiknya Tewas Gantung Diri

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Masyarakat di sekitar Jalan Makarti, RT 001, Kelurahan Suka Murya, Kecamatan Talisayan, digemparkan oleh penemuan jasad seorang pemuda berinisial RD (24). Korban ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di sebuah pondok kosong pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.

Kapolsek Talisayan, AKP Rachmat Wiwid Dianto, menyampaikan konfirmasi resmi mengenai terjadinya peristiwa memilukan tersebut.

Kejadian ini terungkap saat ibu dan istri korban mulai cemas karena RD belum juga tiba di rumah hingga pukul 14.00 WITA. Padahal, biasanya korban selalu pulang tepat waktu sebelum atau sesudah ibadah salat Asar. Didorong rasa khawatir yang besar, kakak korban akhirnya memutuskan untuk pergi mencari keberadaan sang adik.

Menariknya, proses pencarian ini memanfaatkan bantuan teknologi digital. Kakak korban berinisiatif melacak koordinat RD lewat fitur Google Maps yang terhubung via akun email bersama di gawai mereka.

“Kakak korban mendeteksi bahwa posisi GPS pada aplikasi peta sama sekali tidak bergeser dari area pondok kebun. Merasa ada yang tidak beres, ia langsung bergegas menuju lokasi tersebut,” ungkap AKP Rachmat Wiwid Dianto.

Skenario Licik Rekam Video Berujung Petaka, 5 Pria Gilir Anak di Bawah Umur di Teluk Bayur Ditangkap!

Setibanya di sana, rasa curiga kian diperkuat oleh kondisi bangunan pondok yang terkunci dari dalam, meski jendela sengnya sedikit terbuka. Kakak korban lalu memanggil beberapa pekerja kebun di sekitar area tersebut untuk bersama-sama membongkar paksa pintu pondok.

Ketika pintu berhasil dibuka, korban rupanya sudah dalam posisi tergantung tak bernyawa. Pihak kerabat segera memotong tali pengikat di leher korban dan langsung membawanya pulang menggunakan sepeda motor. Namun, sesampainya di rumah, korban dipastikan telah mengembuskan napas terakhir.

Pasca-kejadian tersebut, Lurah Kampung Suka Murya segera meneruskan laporan insiden ini kepada petugas Bhabinkamtibmas, yang selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Talisayan demi penanganan hukum.

Menurut penuturan pihak kerabat, pemuda tersebut disinyalir kuat sedang menderita tekanan psikologis atau gangguan mental belakangan ini. Keluarga korban pun menyatakan telah menerima musibah ini dengan lapang dada dan menolak prosedur visum maupun otopsi medis.

“Keluarga jenazah meminta agar korban bisa langsung disemayamkan dan segera dikebumikan di pemakaman Kampung Suka Murya,” jelas Kapolsek.

Empat Pelaku Pencurian Kerbau di Gunung Tabur Dibekuk Polisi

Walau ada penolakan otopsi dari keluarga, Rachmat memastikan bahwa personel Unit Reskrim Polsek Talisayan tetap melangsungkan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan tidak ada indikasi kekerasan atau unsur kriminal.

Beliau juga mengingatkan bahwa depresi serta masalah kesehatan jiwa adalah persoalan serius yang memerlukan penanganan tepat.

“Apabila Anda atau kerabat terdekat menunjukkan gejala depresi, beban mental berat, atau dorongan untuk melukai diri, mohon segera mendatangi fasilitas kesehatan, psikiater, atau lembaga konseling terdekat,” pungkasnya. (Azs/*)