TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat memperoleh pengakuan sebagai Geopark Nasional pada akhir 2026. Status tersebut dinilai menjadi langkah penting sebelum kawasan yang membentang di Kabupaten Berau dan Kutai Timur itu diajukan sebagai UNESCO Global Geopark dalam dua tahun mendatang.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, saat ditemui usai kegiatan di Tanjung Redeb baru baru ini.
“Sejauh ini proses pengusulan geopark telah berlangsung sekitar satu setengah tahun. Pengelolaan kawasan dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Berau, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui badan pengelola yang dibentuk berdasarkan keputusan gubernur,” jelas Said.
Lanjutnya, kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat memiliki total 26 geosite, terdiri atas 15 geosite di Kabupaten Berau dan 11 geosite di Kabupaten Kutai Timur. Seluruh dokumen pengusulan telah disampaikan tahun lalu dan kini tengah memasuki tahapan verifikasi.
“Kami optimistis pada akhir tahun ini Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dapat ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Itu menjadi target yang sedang kami perjuangkan,” ujarnya.
Meski optimis, Said mengakui tantangan terbesar bukan hanya memperoleh pengakuan, tetapi memastikan seluruh pihak memahami konsep geopark sebagai upaya pelestarian alam yang mampu mendorong pendidikan, penelitian, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan pemahaman masyarakat maupun perangkat daerah menjadi salah satu syarat penting sebelum melangkah ke tingkat internasional. Karena itu, pemerintah akan terus memperluas sosialisasi agar konsep geopark tidak hanya dipahami oleh instansi terkait, tetapi juga sekolah dan masyarakat luas.
“Kalau ingin menuju UNESCO Global Geopark, semua pihak harus memiliki pemahaman yang sama mengenai geopark. Sosialisasi menjadi pekerjaan yang harus terus dilakukan,” katanya lagi.
Beliau juga mengapresiasi dukungan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang selama ini membantu pemerintah daerah, terutama di tengah keterbatasan anggaran dan sumber daya dalam proses pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
“Kami berharap, dengan dukungan YKAN, kawasan yang menyimpan kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya itu tidak hanya memperoleh pengakuan nasional, tetapi juga mampu menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark serta memberi dampak bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan perekonomian Masyarakat Bumi Batiwakkal,” papar Sekda, Said. (NH/BIN)
