Politik
Beranda / Politik / Battle Ground Comedy NasDem Berau Jadi Panggung Komika Muda, 14 Peserta Adu Kreativitas

Battle Ground Comedy NasDem Berau Jadi Panggung Komika Muda, 14 Peserta Adu Kreativitas

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Sebanyak 14 komika dari Kabupaten Berau unjuk kemampuan dalam ajang Battle Ground Comedy yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Berau di Sekretariat DPD Partai NasDem Jl Mangga II, Tanjung Redeb, Sabtu malam (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku stand up comedy untuk mengasah kemampuan sekaligus mempertahankan geliat kompetisi komedi di kalangan anak muda daerah.

Dari 14 peserta yang ambil bagian, 12 di antaranya berasal dari kategori umum, sementara dua peserta lainnya masuk kategori pelajar atau mahasiswa. Jumlah tersebut menjadi salah satu gambaran awal mengenai keberadaan dan minat terhadap stand up comedy di Kabupaten Berau.

Ketua Panitia Battle Ground Comedy, Yon Sutiyo, mengatakan kegiatan tersebut sengaja memberikan kesempatan kepada komika lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka di atas panggung. Menurutnya, penyelenggara ingin melihat sejauh mana minat pelaku stand up comedy di Berau sekaligus menciptakan ruang yang dapat mendorong mereka untuk terus berkarya.

Agus Wahyudi Terpilih Aklamasi Pimpin DPC Hanura Berau Dalam Muscablub 2026

“Yang kami cari bukan sekadar jumlah peserta, tetapi bagaimana melihat semangat teman-teman komika di Berau. Ternyata respons yang diberikan cukup positif dan ini menunjukkan bahwa mereka memang membutuhkan ruang untuk tampil,” ujarnya.

Antusiasme tidak hanya terlihat dari peserta. Sepanjang perlombaan, suasana di lokasi kegiatan berlangsung meriah. Sejumlah materi yang dibawakan peserta berhasil mengundang gelak tawa penonton. Respons tersebut terlihat dari sorakan dan tawa yang muncul setelah peserta menyampaikan bagian-bagian komedi dalam penampilannya.

“Kondisi itu menunjukkan bahwa stand up comedy memiliki ruang untuk berkembang sebagai salah satu bentuk hiburan alternatif di Berau. Namun, keberadaan penonton saja dinilai belum cukup apabila tidak dibarengi dengan panggung yang memungkinkan komika untuk terus berlatih dan berkompetisi,” katanya.

Yon mengatakan lagi, tantangan terbesar bagi komika bukan hanya keberanian tampil di hadapan banyak orang. Seorang komika harus melewati proses panjang untuk menemukan materi, membangun karakter, membaca respons penonton hingga mampu menyampaikan lelucon yang memiliki pesan.

Karena itu, kompetisi dinilai penting untuk menjaga agar potensi anak muda di bidang tersebut tidak berhenti setelah mereka mulai mengenal dunia stand up comedy. Tanpa kesempatan tampil secara rutin, kemampuan yang telah dibangun melalui latihan berisiko tidak berkembang secara maksimal.

Kursi DPRD Berau Kosong Pasca-Ketua Wafat, Hanura Segera Proses PAW

“Menjadi komika itu tidak cukup hanya berani naik ke panggung. Ada proses menyusun materi, mencari sudut pandang dan mengolahnya supaya bisa diterima penonton. Itu yang membutuhkan latihan dan kesempatan tampil berulang kali,” jelas Yon.

Selain menjadi hiburan, Yon melihat stand up comedy memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting, yakni sebagai medium menyampaikan pandangan terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Kritik terhadap kehidupan sosial, kebijakan pemerintah maupun kondisi yang terjadi di masyarakat dapat dikemas melalui humor sehingga lebih ringan disampaikan kepada publik.

Masih Yon, karakter tersebut justru menjadi salah satu alasan mengapa ekosistem komika di daerah perlu terus dijaga. Ketika anak muda memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan secara kreatif, mereka tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan di sekitarnya, tetapi juga dapat ikut memberikan perspektif melalui karya.

“Komika bisa menyampaikan kritik dengan cara yang berbeda. Persoalan yang ada di masyarakat maupun pemerintah dapat dikemas menjadi materi yang menghibur, tetapi tetap membawa pesan. Karena itu, keberadaan mereka juga perlu mendapat ruang,” katanya.

Penyelenggaraan Battle Ground Comedy diharapkan tidak berhenti sebagai agenda hiburan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi munculnya kompetisi atau panggung-panggung serupa yang dapat dimanfaatkan komika Berau untuk meningkatkan kemampuan.

DPC Hanura Berau Bakal Tetapkan Petinggi Partai Melalui Muscablub

Yon berharap semakin banyak pihak memberikan kesempatan kepada anak muda untuk mengembangkan kreativitas, termasuk dalam bidang seni pertunjukan. Menurutnya, keberadaan panggung yang konsisten akan membantu menciptakan lingkungan kompetitif yang sehat sehingga para komika dapat saling belajar dan meningkatkan kualitas.

“Kami ingin semangat mereka tetap hidup. Jangan sampai anak-anak yang punya kemampuan dan ide justru kehilangan tempat untuk menyalurkannya. Dengan adanya panggung dan kompetisi, mereka punya alasan untuk terus menulis, berlatih dan berkembang,” pungkasnya. (NH/BIN)