TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Berau resmi memiliki nahkoda baru. Melalui Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) yang digelar di Hotel Bumi Segah (HBS), jalan Pulau Sambit, Tanjung Redeb, Minggu (19/7/2026), Agus Wahyudi terpilih secara aklamasi resmi memimpin DPC Partai Hanura Berau Periode 2025–2030.
Muscablub ini digelar dengan mengusung tema “Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera”. Agenda luar biasa ini dilaksanakan sebagai langkah konstitusional partai menyusul wafatnya Ketua DPC sebelumnya, almarhum Suriansyah, beberapa waktu lalu.
Sekretaris DPD Partai Hanura Kaltim, Choirul Huda, menjelaskan bahwa forum tertinggi di tingkat cabang ini wajib dilaksanakan demi menjaga keberlanjutan roda organisasi.
“Kita mengetahui bersama bahwa pimpinan DPC Partai Hanura meninggal dunia. Sebagaimana AD/ART yang ada, maka Muscablub ini harus dilaksanakan. Pelaksanaannya pun harus mendapatkan izin dari DPP Partai Hanura, dan semua proses administratif tersebut sudah clear dilakukan,” ujar Choirul Huda.
Dalam proses persidangan, Agus Wahyudi menjadi satu-satunya nama yang muncul sebagai calon tunggal berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pengesahan dari DPP Partai Hanura.
“Dengan ini menetapkan saudara Agus Wahyudi sebagai Calon Ketua DPC Partai Hanura, dan secara aklamasi terpilih menjadi Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Berau,” tegas Choirul Huda.
Prosesi pemilihan diakhiri dengan penyerahan bendera pataka partai dari pengurus DPD Partai Hanura Kaltim kepada Agus Wahyudi sebagai simbol resmi penyerahan mandat kepemimpinan.
Ditemui usai penetapan, Ketua DPC Partai Hanura Berau terpilih, Agus Wahyudi, menegaskan bahwa langkah pertamanya adalah melakukan konsolidasi total di internal partai. Pria yang akrab disapa AW ini membawa visi baru dalam melihat kontribusi kader. Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang kader tidak boleh hanya dinilai dari mampu atau tidaknya mereka duduk di kursi parlemen.
“Saya berpikir bahwa di partai ini setiap orang harus memiliki peran. Jangan sampai ukuran keberhasilan seseorang di partai hanya dilihat dari apakah dia berhasil menjadi anggota dewan atau tidak. Bukan seperti itu,” kata AW mantap.
Di sisi lain, AW juga memberikan peringatan keras kepada para kader yang nantinya berhasil duduk di kursi legislatif agar tidak melupakan akar rumput.
“Kepada kader yang terpilih, saya tegaskan keberhasilan mereka tidak lepas dari kontribusi teman-teman di bawah. Pembinaan kader harus dilakukan secara simultan dan berkelanjutan. Jangan sampai teman-teman yang belum memperoleh suara signifikan merasa ditinggalkan, lalu nanti menjelang pemilu baru diajak bergabung lagi. Kita tidak ingin seperti itu,” cetusnya.
Menutup keterangannya, AW memotivasi seluruh kader dengan menyebut bahwa dinamika politik sangat dinamis dan menjanjikan lompatan karier yang mengejutkan bagi mereka yang loyal dan tekun, berbeda dengan dunia birokrasi yang kaku.
“Politik itu penuh dengan kejutan. Siapa pun memiliki peluang untuk berkembang. Visi saya ke depan adalah seluruh kader memiliki potensi yang sama, dan seluruh kader akan mendapatkan pembinaan serta kesempatan yang sama untuk berkembang,” pungkasnya. (NH/ZAS)
