Ekonomi Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Diskoperindag Berau Siapkan Produk Daur Ulang Tembus Pasar, Kemasan Jadi Kunci Bersaing

Diskoperindag Berau Siapkan Produk Daur Ulang Tembus Pasar, Kemasan Jadi Kunci Bersaing

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) terus memperkuat daya saing produk usaha mikro dengan menggabungkan pengembangan ekonomi kreatif dan pengurangan sampah.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pendampingan bagi kelompok pengrajin daur ulang di Kelurahan Karang Ambun, sekaligus meningkatkan kualitas kemasan produk agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Hal itu disampaikan Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, usai kegiatan pelatihan desain kemasan, di Hotel Mercure Jl Murjani II, Tanjung Redeb baru baru ini.

“Persoalan sampah saat ini tidak hanya dipandang sebagai isu lingkungan, tetapi juga peluang untuk menciptakan nilai ekonomi baru. Karena itu, kami mulai menjajaki kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Berau dalam membina kelompok masyarakat yang mengolah limbah menjadi produk kerajinan bernilai jual,” jelas Eva.

Menurutnya, kelompok perajin di Kelurahan Karang Ambun telah menunjukkan potensi tersebut dengan mengubah berbagai jenis limbah menjadi produk kreatif. Ke depan, pemerintah daerah akan memberikan pendampingan agar hasil kerajinan tidak hanya menjadi upaya pengurangan sampah, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Harapannya, sampah tidak lagi hanya menjadi beban lingkungan, tetapi bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat,” ujarnya.

DPRD Berau Minta Setiap Usulan Anggaran Disertai Kajian, Hindari Kecurigaan dalam Pembahasan APBD

Di sisi lain, Eva menilai tantangan terbesar pelaku UMKM Berau saat ini bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga menghadirkan kemasan yang mampu menarik minat pasar. Menurutnya, banyak produk lokal memiliki cita rasa dan kualitas yang baik, namun masih kalah bersaing karena tampilan kemasannya belum memenuhi standar pemasaran yang lebih luas.

“Oleh sebab itu, pelatihan desain kemasan terus menjadi program rutin Diskoperindag setiap tahun. Bahkan, pelatihan yang digelar kali ini merupakan kegiatan kedua sepanjang 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah meningkatkan kualitas produk UMKM,” paparnya lagi.

Ia juga menjelaskan, kemasan menjadi salah satu unsur penting dalam membangun identitas dan citra sebuah produk. Tanpa desain yang menarik dan informatif, peluang produk lokal untuk bersaing di pasar modern maupun menembus pasar luar daerah akan semakin terbatas.

“Kami ingin produk-produk Berau tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu masuk ke pasar nasional bahkan internasional. Karena itu, kualitas kemasan harus terus ditingkatkan sebagai bagian dari strategi branding produk,” jelasnya.

Melalui pendampingan usaha, penguatan kemasan, dan pengembangan produk daur ulang, Diskoperindag berharap UMKM Berau semakin memiliki daya saing sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan volume sampah. Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. (NH/BIN)

DPRD Berau Tunda Pansus, Komisi II Dalami Dugaan Kerugian Perusda