TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Perhatian terhadap kesehatan ibu dan bayi kembali menjadi sorotan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis, saat mengunjungi ruang Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) RSUD Abdul Rivai, Tanjung Redeb, Senin (17/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memastikan kondisi ibu pasca melahirkan, sekaligus mengingatkan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi anak sejak awal kehidupan. Dalam kunjungan itu, satu bayi dilaporkan telah lahir, sedangkan empat calon ibu lainnya masih menjalani proses menunggu persalinan di ruang PONEK.
Situasi tersebut menjadi perhatian Sri Aslinda, mengingat masa setelah kelahiran merupakan periode penting yang menentukan kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak pada tahap berikutnya.
“Kami minta pada orang tua, perhatian terhadap bayi tidak boleh berhenti setelah proses persalinan selesai. Orang tua perlu memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi secara optimal, terutama melalui pemberian air susu ibu (ASI) sebagai sumber asupan utama pada masa awal pertumbuhan,” ungkap Beliau.
Sri Aslinda juga mendorong para ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif dan mempertahankan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun dengan tetap menyesuaikan kebutuhan nutrisi sesuai tahapan usia. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan sekaligus menjaga daya tahan tubuh anak.
“Yang paling penting setelah bayi lahir adalah memastikan ibu dan anak sama-sama sehat. Asupan sejak awal harus diperhatikan agar pertumbuhan anak berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Sri Aslinda, persoalan gizi tidak dapat ditangani hanya ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan. Pencegahan harus dimulai sejak bayi lahir dengan memastikan ibu mendapatkan asupan makanan yang cukup dan bergizi agar kondisi tubuh tetap terjaga serta produksi ASI dapat berlangsung maksimal.
“Karena itu, pada kesempatan ini kami juga meminta orang tua tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan untuk memantau kondisi ibu dan anak. Pemeriksaan secara berkala, termasuk berkonsultasi dengan dokter maupun dokter spesialis ketika diperlukan, menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan bayi sejak dini,” tambanya.
Lanjut Sri Aslinda, dirinya juga menilai, pemantauan tersebut diperlukan karena setiap anak memiliki kondisi pertumbuhan yang berbeda. Dengan pemeriksaan rutin, potensi gangguan kesehatan maupun persoalan tumbuh kembang dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa segera dilakukan.
Di sisi lain, perhatian terhadap kesehatan ibu juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Ibu yang baru melahirkan membutuhkan pemulihan, makanan bernutrisi, istirahat yang cukup, serta pendampingan agar mampu memberikan ASI dengan baik kepada bayinya.
“Oleh sebab itu saya berharap, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi mendapat dukungan dari lingkungan sekitar dan tenaga kesehatan. Karena kualitas generasi Berau pada masa mendatang sangat dipengaruhi oleh bagaimana kebutuhan dasar anak dipenuhi sejak periode awal kehidupannya,” papar Sri Aslinda.
Masih menurutnya, upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang sehat harus dimulai dari keluarga. Pemenuhan gizi, pemberian ASI, pemeriksaan kesehatan dan pengawasan tumbuh kembang menjadi rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dalam memastikan anak tumbuh secara optimal.
“Orang tua harus aktif memperhatikan perkembangan anak dan berkonsultasi dengan tenaga medis jika ada sesuatu yang perlu ditanyakan. Jangan menunggu sampai muncul masalah baru mencari pertolongan,” pesannya.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perhatian terhadap kesehatan ibu dan bayi tidak hanya berkaitan dengan proses persalinan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan perawatan setelah bayi lahir. Sri Aslinda berharap setiap bayi yang lahir di Berau memperoleh kesempatan tumbuh sehat melalui dukungan gizi dan pengasuhan yang baik sejak hari pertama kehidupannya. (NH/BN)
