Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Wabup, Gamalis Tekankan Jaga Lingkungan Harus Ditanamkan Sejak Dini

Wabup, Gamalis Tekankan Jaga Lingkungan Harus Ditanamkan Sejak Dini

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Semangat menjaga lingkungan ditanamkan sejak dini melalui kegiatan bakti sosial yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Talisayan, Kamis (13/8/2026).

Mengusung tema “Talisayan Bersih, Guru Bergerak, Masyarakat Sehat”, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini melibatkan guru dan pelajar dari 20 sekolah, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, aksi sederhana membersihkan lingkungan memiliki nilai pendidikan yang penting bagi para pelajar. Menurutnya, guru tidak hanya memiliki peran mendidik di ruang kelas, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter anak.

“Pelajaran teladan yang ingin kita sampaikan kepada para pelajar adalah bahwa guru bukan hanya mendidik anak di kelas. Guru juga bagian penting dalam membangun karakter, termasuk karakter peduli lingkungan, disiplin, gotong royong dan bertanggung jawab terhadap lingkungan tempat kita berada,” ujarnya.

Gamalis mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mengurangi sampah dari sumbernya hingga membiasakan penggunaan tumbler untuk mengurangi sampah botol plastik. Ia mengajak seluruh peserta mengisi momentum kemerdekaan dengan kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Efisiensi Diberlakukan, Berau Unggulkan Sektor Pariwisata Dorong Sumber Pendapatan Daerah

“Isi kemerdekaan dengan kerja nyata. Menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Gamalis juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau telah menerbitkan Surat Edaran Gerakan Indonesia ASRI di wilayah Kabupaten Berau pada 30 Maret 2026. Gerakan tersebut mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melalui kegiatan selama 30 menit.

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tantangan bersama yang harus ditangani secara berkelanjutan. Karena itu, ia berharap kegiatan kerja bakti lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat.

“Kerja bakti lingkungan harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Apalagi daerah kita juga merupakan destinasi wisata, sehingga kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan dan daya tarik daerah,” pungkasnya. (NH/Prokopim)

 

PHK Massal Jadi Perhatian Pemkab Berau, Lapangan Kerja Baru Disiapkan