TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, resmi membuka Berau Expo 2026 di GOR Berau, Tanjung Redeb, sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah. Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari hingga 25 Oktober 2026 itu kembali digelar setelah sebelumnya tertunda akibat pembatasan kegiatan seremonial dan pengumpulan massa berdasarkan arahan Kementerian Dalam Negeri.
Di balik kemeriahan pembukaan, pelaksanaan Berau Expo tahun ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Kondisi kabut asap kiriman yang masih memengaruhi kualitas udara menjadi perhatian pemerintah daerah, sementara keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi turut menjadi pertimbangan dalam penyelenggaraan kegiatan. Pemerintah pun berupaya menjaga agar agenda hiburan masyarakat tersebut tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan situasi yang sedang dihadapi daerah.
Sri Juniarsih mengatakan, Berau Expo 2026 menghadirkan 177 stan yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, instansi vertikal, BUMN, BUMD, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, perusahaan swasta, perhotelan, perbankan hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran berbagai sektor itu diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga membuka peluang transaksi dan memperluas pemasaran produk lokal.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak cukup diukur dari ramainya pengunjung atau banyaknya hiburan yang disuguhkan. Perputaran uang yang dihasilkan selama expo harus mampu dirasakan langsung oleh pelaku usaha, terutama UMKM yang membutuhkan ruang promosi dan akses pasar untuk mempertahankan usahanya. Karena itu, masyarakat didorong untuk berbelanja produk lokal sekaligus memanfaatkan layanan publik yang tersedia di stan pemerintah daerah.
“Ekonomi Tumbuh, Budaya Lestari, Berau Sejahtera” menjadi tema yang diusung dalam penyelenggaraan tahun ini. Sri Juniarsih menjelaskan, expo juga dimanfaatkan untuk menyampaikan capaian pembangunan daerah, termasuk program unggulan, program kerja prioritas yang telah terlaksana, serta berbagai kegiatan yang masih dalam proses pengerjaan.
Di tengah upaya menggerakkan ekonomi, pemerintah daerah juga menghadapi pekerjaan rumah untuk mempercepat peralihan Berau menuju sektor pariwisata. Sri Juniarsih menilai, pengembangan potensi wisata harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada sektor yang selama ini mendominasi, tetapi juga membuka sumber penghidupan baru bagi masyarakat.
Ia meminta seluruh kepala OPD meningkatkan kinerja dan memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata. Dukungan masyarakat juga dinilai penting agar agenda pembangunan berjalan berkelanjutan, terlebih Berau masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan lingkungan hingga keterbatasan fiskal.
Sri Juniarsih turut menyinggung kondisi kabut asap yang belakangan menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Menurutnya, situasi tersebut membuat warga harus menghadapi ketidaknyamanan di tengah aktivitas sehari-hari. Berau Expo diharapkan menjadi ruang kebersamaan dan penyegar suasana, tanpa menghilangkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang. Momentum peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Tanjung Redeb itu diharapkan memperkuat rasa memiliki terhadap daerah, baik bagi masyarakat asli maupun pendatang yang mencari penghidupan di Bumi Batiwakkal.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, Bupati mengingatkan persoalan kebersihan yang berpotensi meningkat seiring bertambahnya jumlah pengunjung. Ia meminta setiap stan bertanggung jawab mengelola sampah masing-masing, sedangkan pengunjung diharapkan tidak membuang sampah sembarangan. Keterlibatan masyarakat diperlukan karena jumlah petugas kebersihan terbatas dan mereka juga memiliki beban kerja rutin di berbagai lokasi.
Menurut Sri Juniarsih, kebersihan menjadi bagian penting dari kesiapan Berau mengembangkan sektor pariwisata. Upaya membangun citra daerah tujuan wisata tidak akan maksimal apabila kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terjadi, terlebih saat kegiatan besar yang mengumpulkan banyak orang.
Ia berharap Berau Expo 2026 mampu memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar hiburan, terutama melalui peningkatan transaksi UMKM, promosi budaya, dan pengenalan program pembangunan kepada masyarakat. Pemerintah daerah, lanjutnya, membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar penyelenggaraan kegiatan tersebut berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dengan mengucapkan basmalah, Sri Juniarsih secara resmi membuka Berau Expo 2026. Pemerintah daerah berharap kegiatan hingga 25 Oktober mendatang dapat berlangsung aman dan tertib, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi lokal, menjaga kebersamaan, serta mendorong Berau semakin siap mengembangkan potensi pariwisatanya. (Bintang/*)
