Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Masalah Kelistrikan Perbatasan, Dewan Usulkan Tarik Instalasi Dari Wilayah Kaltara

Masalah Kelistrikan Perbatasan, Dewan Usulkan Tarik Instalasi Dari Wilayah Kaltara

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi diseluruh wilayah, namun tidak semua daerah terutama pelosok di Kabupaten Berau teraliri lsitrik. Diperbatasan Berau dengan Kalimantan Utara (Kaltara), adalah salah satu wilayah yang masih belum terang, makanya melihat kondisi geografis, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menyarankan Pemerintah Daerah (Pemda) agar jalur instalasinya menarik dari Kaltara, sebab jika dari wilayah Berau jaraknya ada 30 km untuk sampai perbatasan.

Permasalah itu dikemukakan oleh anggota DPRD Berau Rahman. Menurutnya, jika jalur instalasi ditarik dari arah Berau menuju perbatasan dinilai kurang efisien baik dari sisi teknis maupun pembiayaan. Sampai saat ini, persoalan penerangan di wilayah perbatasan dan perkampungan di kecamatan di luar kota Tanjung Redeb masih menjadi PR Pemkab Berau. Urusan penerangan bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan menyangkut keamanan dan ketertiban masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari.

“Menyikapi penerangan yang minim tersebut, alternatif bisa di coba Pemerintah Daerah dengan pengambilan jaringan listrik dari arah Kalimantan Utara, untuk di perbatasan,”ungkap Rahman.

Memang menurut Rahman, jumlah warga yang bermukim di sekitar wilayah perbatasab tidaklah banyak, namun bagaimanapun juga, kebutuhan dasar mereka tetap harus diperhatikan. Makanya untuk merencanakan pemenuhan kebutuhan warga disana harus dipertimbangkan sehemat mungkin.

Akses Internet Menjadi Kebutuhan Dasar, Makanya DPRD Minta Pengelolaan WiFi Grati Tidak Setengah-setengah.

“Hasil perjuangan Pemda itulah menjadi harapan masyarakat perbatasan. Harapan mereka, jangan karena tinggalnya di perbatasan tidak memperoleh fasilitas umum yang layak, utamanya kebutuhan mereka akan listrik,” tutur Rahman mengakhiri perbincangan. (Advetorial/NH).