TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Gideon Andris, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kegiatan yang bertujuan merangkai dan mengangkat kebudayaan daerah. Ia menilai program tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas budaya serta mengenalkan sejarah lokal kepada masyarakat luas.

“Pada intinya kegiatan ini bertujuan untuk merangkai dan mengangkat kebudayaan daerah, dan kami dari Komisi II sangat mendukung,” ujarnya.
Gideon menyebutkan bahwa berbagai kendala dalam pelaksanaan program telah disampaikan dalam forum pembahasan sebelumnya. Karena itu, pihaknya mendorong agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat mencari formulasi terbaik agar rencana tersebut bisa direalisasikan secara optimal.
“Tinggal bagaimana OPD terkait mencari celah dan formulasi terbaik supaya program ini bisa benar-benar terlaksana,” katanya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini program tersebut masih dalam tahap proses dan belum sepenuhnya berjalan, dengan progres yang diperkirakan baru mencapai sekitar lima persen. Meski demikian, ia berharap semangat para pelaksana tidak terhenti di tengah jalan.
“Kami berharap semangat yang luar biasa dari teman-teman pelaksana ini tidak terputus, karena kegiatan ini membutuhkan dukungan Bersama terutama menyangkut pembiayaan,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan program ini juga memerlukan dukungan yang lebih luas, tidak hanya dari Pemerintah daerah, tetapi juga dari perusahaan-perusahaan serta partisipasi masyarakat melalui donasi terbuka. Hal tersebut penting agar kegiatan yang direncanakan dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.
“Ke depan tentu butuh dukungan luas, baik Pemerintah daerah, perusahaan, maupun masyarakat,” jelasnya.
Gideon menambahkan, meskipun masih dalam tahap konsep, pihaknya yakin organisasi pelaksana telah memahami teknis pelaksanaan kegiatan. Namun, DPRD tetap memberikan masukan agar program tersebut tidak hanya bersifat hiburan, melainkan juga memuat unsur edukasi, promosi daerah, serta nilai sejarah dan budaya yang kuat.
“Harus ada nilai edukasi, budaya, dan sejarah yang saling berkaitan agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” tandasnya. (Advetorial/Nht/Sof)
