Marketing
Beranda / Marketing / Kontribusi PAD Jadi Sorotan, Direktur PDAM Minta Kinerja Perumda Dinilai Berdasarkan Data

Kontribusi PAD Jadi Sorotan, Direktur PDAM Minta Kinerja Perumda Dinilai Berdasarkan Data

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Di tengah menurunnya kemampuan fiskal daerah dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan pembangunan, kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali menjadi perhatian berbagai pihak. Perumda Air Minum Batiwakkal pun tidak luput dari sorotan terkait sejauh mana perusahaan daerah tersebut mampu memberikan pemasukan bagi pendapatan daerah.

Menanggapi hal itu, Direktur Perumda Batiwakkal, Saipul Rahman, menegaskan bahwa penilaian terhadap kinerja perusahaan daerah tidak dapat dilakukan hanya dengan melihat besaran kontribusi PAD semata. Menurutnya, terdapat berbagai aspek lain yang harus diperhatikan, terutama karakteristik usaha pelayanan publik yang dijalankan perusahaan air minum.

Pernyataan tersebut disampaikan Saipul saat ditemui di Kantor PDAM Jalan Raja Alam, Tanjung Redeb beberapa waktu lalu. “Selama ini komunikasi antara Perumda Batiwakkal dengan DPRD Berau berjalan cukup baik karena para legislator memahami tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada Masyarakat,” jelas beliau.

Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara perusahaan yang berorientasi murni pada keuntungan dengan perusahaan daerah yang memiliki kewajiban menyediakan layanan dasar bagi masyarakat. Dalam konteks penyediaan air bersih, sebagian besar sumber daya perusahaan justru dialokasikan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan, memperluas cakupan distribusi, serta mempertahankan kualitas layanan kepada pelanggan.

“Kami memahami adanya harapan agar BUMD mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah. Namun harus dipahami juga bahwa perusahaan air minum memiliki tanggung jawab pelayanan publik yang sangat besar,” ujarnya.

Tunggakan Diatas Rp 5 Juta, Perumda Batiwakkal Beri Kebijakan Cicilan Sampai Lima Kali

Saipul menilai, perdebatan mengenai efisiensi Perumda sering kali muncul tanpa didukung pemahaman menyeluruh terhadap kondisi operasional yang dihadapi perusahaan. Padahal, untuk mengukur tingkat efisiensi sebuah perusahaan air minum diperlukan indikator yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

Salah satu ukuran yang menurutnya dapat digunakan adalah Harga Pokok Produksi (HPP), yakni besaran biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi dan mendistribusikan air kepada pelanggan. Dari indikator tersebut, Perumda Batiwakkal dinilai masih berada pada posisi yang kompetitif apabila dibandingkan dengan sejumlah perusahaan air minum di daerah lain, khususnya di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya.

Ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja perusahaan harus dilakukan berdasarkan data yang terukur, bukan sekadar asumsi atau persepsi yang berkembang di masyarakat. Sebab, setiap daerah memiliki tantangan operasional yang berbeda-beda, mulai dari kondisi geografis, luas wilayah pelayanan, hingga biaya distribusi yang harus ditanggung perusahaan.

“Kalau ingin menilai apakah sebuah perusahaan air minum efisien atau tidak, maka harus dilihat indikator-indikator yang relevan. Penilaiannya tidak bisa hanya berdasarkan asumsi, tetapi harus berbasis data dan kondisi riil di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut, Saipul menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi Perumda Batiwakkal saat ini tidak hanya berkaitan dengan upaya meningkatkan kontribusi terhadap PAD. Perusahaan juga harus terus melakukan pengembangan jaringan, meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga kontinuitas distribusi air, serta memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Media Sosial 2025: Tren Terbaru yang Diprediksi Akan Populer Tahun Ini

Kondisi tersebut membuat perusahaan harus menyeimbangkan dua tuntutan sekaligus, yakni memberikan pelayanan publik yang optimal dan menjaga kesehatan keuangan perusahaan agar tetap mampu beroperasi secara berkelanjutan.

“Peningkatan kontribusi terhadap PAD memang menjadi tujuan yang terus diupayakan. Namun hal tersebut harus dilakukan secara bertahap dan sejalan dengan penguatan kapasitas perusahaan, sehingga tidak mengganggu kualitas pelayanan kepada pelanggan,” tuturnya.

Ia juga memastikan bahwa Perumda Batiwakkal akan terus melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menekan biaya operasional tanpa mengurangi mutu pelayanan. Selain itu, pengembangan jaringan pelanggan juga tetap menjadi prioritas guna memperkuat pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.

“Kami terus berupaya meningkatkan kinerja perusahaan, baik melalui efisiensi operasional maupun perluasan layanan. Harapannya, manfaat yang diberikan tidak hanya dirasakan pelanggan, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah,” jelasnya.

Saipul berharap masyarakat dapat melihat persoalan kontribusi PAD secara lebih komprehensif. Keberadaan Perumda tidak hanya diukur dari besarnya setoran kepada daerah, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menyediakan layanan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Inovasi Terbaru dalam Social Media Marketing untuk Meningkatkan Bisnis Anda

“Yang ingin kami bangun adalah pemahaman bersama bahwa pelayanan publik dan kontribusi ekonomi harus berjalan beriringan. Karena itu, seluruh penilaian terhadap Perumda sebaiknya didasarkan pada data, fakta operasional, dan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan,” pungkasnya. (Bin)