Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Wabup Berau Ingatkan Ancaman Polarisasi Digital terhadap Kerukunan Umat Beragama

Wabup Berau Ingatkan Ancaman Polarisasi Digital terhadap Kerukunan Umat Beragama

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Perkembangan media sosial yang semakin masif dinilai membawa tantangan baru dalam menjaga persatuan masyarakat di tengah keberagaman. Kondisi tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang disampaikan beliau saat menghadiri rapat koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Ruang Kakaban, Jl APT Pranoto, Tanjung Redeb baru baru ini.

Menurut beliau, derasnya arus informasi membuat masyarakat semakin mudah terpengaruh oleh berbagai opini yang beredar di ruang digital. Akibatnya, perbedaan pandangan yang sebelumnya dapat diselesaikan melalui musyawarah kini sering berkembang menjadi polarisasi yang memunculkan kelompok-kelompok dengan pandangan yang saling berseberangan.

Dirinya menilai fenomena tersebut menjadi tantangan serius karena setiap kebijakan maupun langkah pemerintah kerap dipandang berdasarkan keberpihakan kelompok, bukan lagi dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Kondisi itu, menurutnya, dapat mengikis rasa saling percaya apabila tidak diimbangi dengan budaya dialog dan sikap saling menghormati.

“Karena sudah ada blok atau kubu-kubu. Ketika kita mengambil satu langkah, kelompok yang mendukung akan membenarkan, sementara yang berbeda pandangan akan tetap menolak,” ujar Gamalis.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup diukur dari tersedianya infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Pembangunan yang berkualitas, katanya, harus mampu menciptakan rasa aman, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis meski berada dalam keberagaman.

DPRD Berau Minta Setiap Usulan Anggaran Disertai Kajian, Hindari Kecurigaan dalam Pembahasan APBD

Untuk itu, Gamalis menekankan pentingnya memperkuat moderasi beragama sebagai benteng menghadapi berbagai paham yang berpotensi memecah persatuan bangsa. Menurutnya, nilai toleransi, saling menghargai, dialog, dan gotong royong harus terus ditanamkan agar kehidupan bermasyarakat tetap kondusif di tengah derasnya pengaruh informasi digital.

“Sikap saling menghormati, toleransi, dialog, dan gotong royong merupakan nilai-nilai luhur yang harus terus kita pelihara sebagai karakter masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau berharap FKUB semakin memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam membangun komunikasi lintas agama serta menjaga stabilitas sosial, sehingga potensi konflik yang dipicu oleh polarisasi di ruang digital dapat dicegah sejak dini.(NH/BIN)

 

Diskoperindag Berau Siapkan Produk Daur Ulang Tembus Pasar, Kemasan Jadi Kunci Bersaing