Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Kasus ISPA Meningkat di Tengah Kabut Asap, Dinkes Berau Pastikan Faskes Masih Mampu Menangani Pasien

Kasus ISPA Meningkat di Tengah Kabut Asap, Dinkes Berau Pastikan Faskes Masih Mampu Menangani Pasien

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi udara yang terdampak asap Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau. Meski jumlah kasus disebut telah mencapai ribuan, tekanan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan sejauh ini belum sampai mengganggu kapasitas Puskesmas maupun rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Abdul Rivai.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, saat ditemui di kantornya Jl APT Pranoto, Tanjung Redeb, baru baru ini. “Sejauh ini tenaga kesehatan di Puskesmas masih mampu memberikan pelayanan seperti biasa. Kunjungan pasien memang mengalami peningkatan, namun belum berada pada kondisi yang menyebabkan fasilitas kesehatan kewalahan,” ungkap beliau.

Menurut Lamlay, pasien dengan keluhan ISPA belum datang dalam jumlah besar secara bersamaan. Kondisi tersebut membuat tenaga medis masih dapat menangani setiap pasien tanpa terjadi penumpukan signifikan di ruang pelayanan. Evaluasi Dinkes juga menunjukkan peningkatan kunjungan terkait ISPA dibandingkan periode sebelumnya masih dalam batas yang dapat ditangani.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kualitas udara di Berau sebelumnya dinyatakan tidak sehat akibat paparan polutan dari karhutla. Salah satu faktor yang diduga membuat jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan tidak melonjak tajam adalah kebiasaan masyarakat melakukan pengobatan secara mandiri ketika mengalami gejala ringan. Artinya, angka kunjungan Puskesmas belum tentu menggambarkan seluruh masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

“Sejauh evaluasi kami, peningkatannya masih dalam batas normal dan pelayanan di Puskesmas maupun RSUD dr Abdul Rivai masih berjalan,” kata Lamlay.

Ancaman Karhutla Intip Sektor Pelesiran, Pemkab Berau Dorong Sinergi Pokdarwis dan Penyeimbangan Narasi Informasi

Meski fasilitas kesehatan masih mampu menampung pasien, Dinkes tidak ingin persoalan hanya ditangani setelah masyarakat jatuh sakit. Penanganan di fasilitas kesehatan merupakan bagian hilir, sementara sumber persoalan berada pada kondisi lingkungan yang memicu paparan asap.

“Karena itu, Dinkes berharap penanganan karhutla dan pengendalian kualitas udara dapat segera membuahkan hasil. Jika paparan asap terus berlangsung, risiko gangguan kesehatan masyarakat berpotensi meningkat dan pada akhirnya dapat menambah beban pelayanan Kesehatan,” tambah Lamlay Sarie.

Lanjutnya, untuk sementara Dinkes terus memantau perkembangan kasus ISPA sekaligus kondisi fasilitas kesehatan. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap agar peningkatan gangguan pernapasan tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih besar. (NH/Bintang)