TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Bupati Kabupaten Berau Sri Juniarsih Mas menyoroti ketimpangan antara kebutuhan dan alokasi BBM yang diterima daerah. Hal itu disampaikan beliau usai rapat koordinasi terkait persoalan BBM di rumah dinas Bupati Berau, Jl Cempaka, Tanjung Redeb, Rabu (9/9/2026).
Sri menyebut usulan Pertalite mencapai 83.201 kiloliter (KL), namun yang disetujui hanya 47.312 KL. Sementara Biosolar dari pengajuan 37.141 KL hanya mendapat alokasi 25.895 KL.
“Keterbatasan tersebut yang memicu terjadinya antrean dan risiko kekosongan BBM di sejumlah SPBU di daerah,” ungkap Bupati.
Oleh karerna itu, Pemkab Berau akan mengajukan penambahan kuota dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, termasuk sektor transportasi, nelayan, UMKM dan pertanian.
“Pengawasan distribusi di SPBU juga kami minta diperketat dengan melibatkan Satpol PP, TNI, Polri serta OPD terkait dari sekarang hingga kedepan,” ujar Petinggi di Berau itu.
Usai rapat, Sri bersama jajaran OPD melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua SPBU yakni yang berlokasi di Sambaliung dan Gunung Tabur. Pada kesempatan itu ia meminta masyarakat turut mengawasi penyaluran BBM dan melaporkan jika menemukan dugaan penyalahgunaan atau pembelian berulang yang dapat memperpanjang antrean.
“Penyelesaian persoalan ini tidak cukup hanya mengatur antrean. Kecukupan kuota dan kelancaran pasokan juga harus menjadi perhatian,” tegasnya mengakhiri. (NH/Bintang).
