Ekonomi
Beranda / Ekonomi / BAZNAS Berau Dorong Kepatuhan Zakat ASN, Potensi Penghimpunan Dinilai Masih Besar

BAZNAS Berau Dorong Kepatuhan Zakat ASN, Potensi Penghimpunan Dinilai Masih Besar

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Berau kembali mendorong peningkatan partisipasi aparatur sipil negara (ASN) dalam pembayaran zakat melalui lembaga resmi. Langkah tersebut dinilai penting karena jumlah ASN bersama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Bumi Batiwakkal mencapai sekitar 9.000 orang, sehingga terdapat potensi penghimpunan zakat yang cukup besar untuk memperluas bantuan kepada masyarakat kurang mampu.

Hal itu diungkapkan Ketua BAZNAS Berau, Muhammad Ghazali, dalam obrolan beberapa waktu lalu saat bertemu di kantor DPRD Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb. “Sejauh ini sebenarnya, mekanisme pembayaran zakat ASN telah berjalan, namun pelaksanaannya di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) belum sepenuhnya optimal,” jelas Gazali.

Lanjut Gazali, setelah dilakukan sosialisasi, mulai terlihat adanya peningkatan jumlah ASN yang bersedia menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh dari potensi yang ada sehingga pihaknya terus melakukan pemantauan pada masing-masing OPD.

“Pelaksanaannya sudah berjalan, tetapi memang belum merata. Karena itu sosialisasi terus kami lakukan agar ASN memahami mekanismenya dan semakin banyak yang bersedia menyalurkan zakat melalui BAZNAS,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu kendala yang masih dihadapi adalah kelengkapan administrasi serta pemahaman ASN mengenai mekanisme pemotongan dan penyaluran zakat. BAZNAS bersama pemerintah daerah berupaya memperjelas proses tersebut agar tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.

Kabut Asap Karhutla Ancam Penerbangan, UPBU Kalimarau Disiagakan Ekstra

“Ajakan kepada ASN untuk berzakat melalui BAZNAS bukan dimaksudkan sebagai kewajiban yang dipaksakan. Pendekatan yang kami lakukan lebih diarahkan pada peningkatan kesadaran mengenai manfaat zakat apabila dikelola secara terorganisasi dan disalurkan kepada kelompok yang berhak,” kata Beliau.

Karena itu dirinya berharap jumlah ASN yang berpartisipasi dapat terus bertambah. Selain dari jumlah yang saat ini tercatat, BAZNAS menargetkan adanya peningkatan secara bertahap seiring dengan sosialisasi yang dilakukan ke setiap OPD. Dorongan tersebut menjadi penting karena kebutuhan penyaluran zakat di Berau juga cukup besar.

“Jadi saat ini, terdapat 235 mustahik yang secara rutin menerima bantuan bulanan sebesar Rp400 ribu per orang. Dengan jumlah tersebut, BAZNAS harus menyiapkan lebih dari Rp90 juta setiap bulan hanya untuk memenuhi bantuan rutin tersebut,” tutur Gazali.

“Realisasi bantuan itu kami berikan melalui transfer maupun diantarkan langsung kepada penerima yang mengalami keterbatasan akses atau kondisi fisik sehingga tidak memungkinkan untuk datang mengambil bantuan,” tambahnya lagi .

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan penghimpunan zakat bukan sekadar persoalan menambah angka penerimaan BAZNAS. Dana yang terkumpul akan menentukan seberapa luas masyarakat yang dapat dibantu, sementara kebutuhan di lapangan terus muncul, baik untuk kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan maupun kondisi darurat.

Dilema Kabut Asap dan Roda Ekonomi UMKM, Pemkab Berau Izinkan Pasar Malam Swasta Operasional Terbatas

Ghazali berharap semakin banyak ASN dan masyarakat yang mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS sehingga kapasitas lembaga dalam membantu mustahik dapat semakin kuat. Ia juga mengajak masyarakat yang telah memenuhi kewajiban zakat untuk menyalurkannya melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dikelola dan disalurkan secara terarah.

“Kalau memiliki rezeki yang sudah memenuhi ketentuan, mari sisihkan zakat sebesar 2,5 persen. Dana itu nantinya kembali kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” papar Gazali menjawab pertanyaan. (Bintang).