TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Tantangan lain yang dihadapi oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal dalam menjaga kualitas layanan distribusi air bersih ke pelanggan adalah pendangkalan sungai Segah sebagai air baku untuk kegiatan perusahaan pelat merah tersebut.
Sementara ini, Perumda berusaha mengantisipasi menurunnya perolehan air baku tersebut dengan melakukan peningkatan kapasitas daya listrik pada Intake terdekat yaitu intake Rinding.
Menurut penjelasan Direktur Perumda Batiwakkal, Saipul Rahman, melalui Manajer Hubungan Pelanggan, Rudy Hartono, akibat naiknya sedimentasi Sungai tersebut membuat pasokan air baku menurun sehingga berakibat langsung kepada minimnya distribusi air bersih ke rumah pelanggan.
“Kejadian seperti ini memang tidak sering terjadi, namun tetap saja harus kita antisipasi. Sebab, jika tidak dicarikan solusi, akan berpengaruh terhadap produksi dan pelayanan yang diterima masyarakat selaku pelanggan,” kata Rudy.
Kenapa intake Rinding menjadi solusi, sebab lokasinya berdekatan dengan Intake induk, sehingga tidak memerlukan operasional tinggi untuk menghantarkan air baku ke intake utama.
Namun, upaya tersebut tidak mudah karena membutuhkan investasi yang cukup besar, mencapai sekitar Rp 2 miliar. Selain itu, proses pengerjaan juga harus melalui tahapan teknis bersama pihak PLN sehingga pelaksanaannya membutuhkan waktu.
“Kami sangat berharap, proses peningkatan daya listrik dapat segera selesai sehingga kapasitas pengambilan air baku meningkat dan distribusi air bersih kembali stabil meskipun saat situasi air sungai dangkal,“ harapnya.
Dengan proyek tersebut, PDAM Berau optimistis mampu meningkatkan ketahanan pasokan air bersih sekaligus mengurangi dampak gangguan layanan yang selama ini terjadi akibat sedimentasi dan surutnya Sungai Segah. (Bin).
