TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Bupati Kabupaten Berau, Sri Juniarsih Mas, meminta PLN komitmen untuk segera menuntaskan persoalan pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas masyarakat. Beliau menyampaikan bahwa perbaikan jaringan interkoneksi dijanjikan PLN berlangsung selama tujuh hari sejak pekerjaan dimulai.
“Namun, pemerintah daerah berharap proses tersebut dapat diselesaikan lebih cepat agar masyarakat tidak terus menanggung dampak gangguan listrik. Janji penyelesaian dalam sepekan harus diikuti langkah nyata di lapangan,” harap Bupati saat dimintai tanggapan usai rapat dengan pihak PLN di kantor Bupati Jl APT Pranoto, Tanjung Redeb, Selasa (27/10/2026).
Tambah Sri Juniarsih, sembari menunggu jaringan interkoneksi pulih, beliau meminta PLN memperbaiki pembangkit lokal di sejumlah wilayah, termasuk Teluk Bayur, Lati, dan Sambaliung, untuk menekan durasi pemadaman. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian pelayanan, bukan sekadar menunggu proses perbaikan tanpa solusi sementara yang memadai.
“Kita tidak tahu kendala apa yang mungkin terjadi di lapangan. Karena itu, pembangkit yang ada di Berau harus segera diperbaiki supaya waktu pemadaman bisa dikurangi,” tegas Petinggi Bumi Batiwakkal tersebut.
Bupati juga meminta agar pemulihan pasokan listrik dapat dirasakan sebelum Ramadan, mengingat gangguan listrik berdampak langsung terhadap UMKM, pengemudi ojek daring, serta pelaku ekonomi kreatif yang bergantung pada kestabilan listrik. Pemerintah daerah berharap komitmen perbaikan tersebut tidak kembali meleset sehingga aktivitas ekonomi masyarakat semakin terbebani.
“Jadi, selain percepatan perbaikan, kami meminta kejelasan kompensasi bagi pelanggan terdampak. Kompensasi disebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa pengurangan tagihan atau kredit pemakaian listrik pada periode berikutnya, dengan besaran 10, 15, hingga 20 persen sesuai ketentuan yang dirujuk pemerintah daerah,” kata Bupati lagi.
Sri Juniarsih juga menegaskan, penyelesaian gangguan listrik harus disertai tanggung jawab terhadap kerugian yang dirasakan pelanggan. Pemerintah Kabupaten Berau berharap PLN memenuhi tenggat yang telah disampaikan sekaligus memastikan pembangkit lokal berfungsi optimal. Dengan demikian, janji perbaikan dalam tujuh hari tidak berhenti sebagai pernyataan, tetapi benar-benar menjadi titik akhir dari pemadaman berkepanjangan yang meresahkan masyarakat. (NH/Bintang)
