Ekonomi Infrastruktur
Beranda / Infrastruktur / Kabut Asap Karhutla Ancam Penerbangan, UPBU Kalimarau Disiagakan Ekstra

Kabut Asap Karhutla Ancam Penerbangan, UPBU Kalimarau Disiagakan Ekstra

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu penurunan jarak pandang ekstrem mengancam kelancaran lalu lintas udara di Kabupaten Berau.

Menanggapi situasi krusial tersebut, otoritas Bandar Udara (Bandara) Kalimarau menyiagakan langkah mitigasi cepat untuk menjaga operasional penerbangan tetap aman.

Anjloknya visibilitas di sekitar landasan pacu sempat memicu kekhawatiran terjadinya penundaan (delay) hingga pembatalan keberangkatan (cancel) secara massal. Ketidakpastian cuaca ini berpotensi menumpuk calon penumpang di area terminal dan melumpuhkan akses transportasi udara dari dan menuju Berau.

Kepala Kantor BLU Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, menegaskan, pihak manajemen mengedepankan pengawasan ketat di lapangan serta menyiagakan opsi perpanjangan jam operasional penerbangan apabila diperlukan.

“Skema antisipasi kami siapkan agar operasional penerbangan tetap berjalan lancar tanpa mengabaikan faktor keselamatan. Apabila ada pesawat yang tertunda akibat menunggu jarak pandang membaik, durasi operasional bandara siap kami tambah,” ungkap pimpinan UPBU Kalimarau tersebut.

BAZNAS Berau Dorong Kepatuhan Zakat ASN, Potensi Penghimpunan Dinilai Masih Besar

Selain penguatan pengawasan teknis, pihak pengelola meningkatkan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara. Langkah ini diambil untuk memastikan penyampaian informasi terkini kepada masyarakat berjalan transparan.

“Manajemen memastikan setiap pergeseran jadwal penerbangan maupun pembatalan akan langsung disosialisasikan kepada para calon penumpang demi menjaga ketertiban di ruang tunggu. Melalui strategi mitigasi ini, otoritas bandara berharap dampak buruk gangguan musiman karhutla dapat diminimalkan sehingga keselamatan serta kenyamanan pengguna jasa udara tetap terjamin,” ujar beliau. (Bintang)