TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Pemberlakuan penyesuaian tarif air bersih Perumda Air Minum Batiwakkal mulai pemakaian Oktober 2026, mendorong perusahaan mengingatkan pelanggan agar tidak menggunakan satu meteran untuk beberapa rumah. Penggunaan sambungan bersama dinilai berpotensi meningkatkan tagihan karena seluruh konsumsi air tercatat dalam satu pelanggan.
“Jadi, pemisahan meteran dapat membantu pelanggan mengawasi pemakaian air secara mandiri. Imbauan ini juga menyasar pemilik indekos dan rumah kontrakan yang masih menggunakan satu sambungan untuk beberapa penghuni,” jelas Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, melalui Manager Hubungan Pelanggan, Rudy Hartono saat berbincang via seluler beberapa waktu lalu.
Menurut Rudy, akumulasi konsumsi dari sejumlah rumah tangga dapat memengaruhi besaran tagihan, terutama jika pemakaian masuk dalam klasifikasi tarif progresif. Dengan meteran terpisah, setiap rumah dapat mengetahui volume air yang digunakan sehingga pengeluaran lebih mudah dikendalikan.
“Pemisahan meteran membantu kami menertibkan data pelanggan sekaligus membuat pemakaian dan pembayaran lebih terukur. Kami berharap masyarakat memahami pentingnya menggunakan meteran masing-masing,” papar Rudy menambahkan penjelasannya.
Lanjut Rudy, Perumda Batiwakkal juga berharap pelanggan mulai menyesuaikan pengelolaan sambungan rumah air bersih seiring berlakunya tarif baru. Selain mendukung ketertiban administrasi perusahaan, langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat menghindari pembengkakan tagihan akibat penggunaan air secara gabungan. (NH/Bintang)
