Advetorial Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / DPRD Berau Soroti PAD, Sektor Pariwisata Belum Maksimal

DPRD Berau Soroti PAD, Sektor Pariwisata Belum Maksimal

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Ahmad Rifai, menyoroti belum optimalnya kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau. Ia menilai, potensi besar yang dimiliki daerah belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Menurutnya, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Berau seharusnya mampu memberikan dampak signifikan terhadap PAD. Namun kenyataannya, kontribusi yang diterima daerah masih belum sebanding dengan jumlah kunjungan tersebut.

“Banyak wisatawan datang, tetapi kita belum mendapatkan manfaat yang maksimal. Ini yang harus dibenahi. Salah satu persoalan utama terletak pada sistem pengelolaan yang belum tertata dengan baik, terutama dalam hal distribusi pendapatan dan penarikan tarif di lokasi wisata. Harus ada sistem yang jelas dalam distribusi dan penarikan tarif, sehingga PAD bisa meningkat dan terukur,” kata Rifai.

Ia menilai bahwa tanpa sistem yang terstruktur dan transparan, potensi kebocoran pendapatan sangat mungkin terjadi, sehingga daerah tidak memperoleh hasil yang seharusnya. Selain itu, kondisi di mana wisatawan datang dan menikmati berbagai fasilitas wisata, namun tidak memberikan kontribusi yang seimbang terhadap daerah, bahkan terkadang meninggalkan dampak negatif seperti sampah dan kerusakan lingkungan.

Pendataan BBM Nelayan Harus Diperketat Agar Tidak Salah Sasaran

“Kalau pengelolaannya tidak jelas, maka potensi pendapatan bisa hilang. Ini yang harus kita benahi bersama. Jangan sampai kita hanya menerima dampak, seperti sampah dan kerusakan lingkungan, tetapi tidak mendapatkan manfaat ekonomi yang jelas,” paparnya lagi saat di wawancarai di kantornya jalan Gatot Subroto, Kecamatan Tanjung Redeb, baru baru ini.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan sektor pariwisata harus dilakukan secara profesional, termasuk dalam hal penegakan aturan, pengawasan, serta peningkatan kualitas layanan kepada wisatawan. Oleh sebab itu Rifai juga mendorong pemerintah daerah untuk memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung pengelolaan sektor pariwisata, sehingga dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang berkelanjutan.

“Pengelolaan harus disiplin, mulai dari tiket masuk, retribusi, hingga pengawasan di lapangan. Semua harus tertata dengan baik, Kita harus memacu semua potensi yang ada, termasuk BUMD, agar bisa berkontribusi terhadap peningkatan PAD,” ujarnya.

Pentingnya inovasi dalam pengembangan sektor pariwisata, baik dari sisi promosi, pengelolaan, maupun pengembangan fasilitas, agar mampu menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan daya saing daerah. peningkatan PAD tidak bisa lagi mengandalkan pola lama, sehingga diperlukan strategi baru yang lebih efektif dan terukur.

“Kita harus terus berinovasi, agar pariwisata kita tidak hanya ramai, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang besar. Kita tidak bisa lagi seperti sebelumnya. Harus ada langkah konkret agar pendapatan daerah bisa meningkat,” imbuhnya.

DPRD Minta Program Tak Sesuai SOP Dihentikan

Di akhir penyampaiannya, Ahmad Rifai berharap dengan adanya penataan dan pengelolaan yang lebih baik, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penopang utama PAD Kabupaten Berau serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kita ingin pariwisata ini benar-benar menjadi kekuatan ekonomi daerah yang dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. (ADV/NH/AZS)