TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Anggota DPRD Kabupaten Berau, Sutami, mendorong pemanfaatan program pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha lokal sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat di Bumi Batiwakkal. Program tersebut disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan skema pembiayaan yang dinilai cukup membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sutami menjelaskan bahwa pinjaman hingga Rp100 juta dapat diakses tanpa agunan, khususnya bagi pelaku usaha yang telah berjalan dan ingin mengembangkan usahanya. Ia menilai program ini sangat relevan, terutama untuk sektor usaha seperti penginapan dan pariwisata yang sedang berkembang di wilayah pesisir Berau.
“Program ini sangat membantu, terutama bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan fasilitas usahanya,” ujar Dewan yang juga merupakan Anggota Komisi II DPRD itu.
Ia menambahkan, pemerintah kecamatan memiliki peran penting dalam mendukung program tersebut, terutama dalam memberikan rekomendasi kepada pihak perbankan. Dengan adanya data usaha yang jelas, mulai dari awal berdiri hingga perkembangan usaha, proses penyaluran pinjaman diharapkan lebih tepat sasaran.
“Kecamatan bisa memastikan mana usaha yang benar-benar berjalan, sehingga risiko kredit macet bisa ditekan,” jelasnya.
Menurut Sutami, sinergi antara Pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan program ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah juga harus hadir dalam penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan, jaringan telekomunikasi, dan air bersih guna menunjang perkembangan usaha masyarakat.
“Kalau infrastruktur dasar terpenuhi, usaha masyarakat akan lebih mudah berkembang. Ditambah lagi, himbara merupakan gabungan bank milik negara yang memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah dan perekonomian nasional. Bank-bank tersebut antara lain Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, yang selama ini aktif dalam pembiayaan UMKM serta pelayanan keuangan masyarakat luas,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya kajian yang matang dalam pengembangan infrastruktur pendukung, khususnya terkait penyediaan air bersih di wilayah pesisir. Ia menyebut masih adanya keluhan masyarakat terkait keterbatasan air bersih, sehingga perlu penanganan serius dari pemerintah.
“Ini harus dikaji dengan baik agar solusi yang diambil benar-benar tepat dan tidak menimbulkan masalah baru,” tandas Dewan asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut saat berbincang di Gedung DPRD jalan Gatot Subroto, Kecamatan Tanjung Redeb baru baru ini.
Dengan adanya dukungan pembiayaan dan infrastruktur yang memadai, Sutami optimistis pelaku usaha di Berau dapat berkembang lebih pesat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ADV/NH/BIN)
