Advetorial Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / DPRD Kembali Ingatkan Pemkab Berau, Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak

DPRD Kembali Ingatkan Pemkab Berau, Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, kembali mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengenai persoalan banjir yang masih terjadi di sejumlah titik di wilayah Bumi Batiwakkal, serta kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) yang banyak tidak berfungsi.

“Saya menilai kedua hal tersebut merupakan persoalan mendasar yang perlu segera ditangani secara serius oleh Pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Jangan tunggu persoalan itu viral baru bergerak,” kata Dedy Okto.

Menurutnya, permasalahan banjir tidak bisa dianggap sebagai hal biasa, karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat serta berpotensi menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan saluran pembuangan air yang ada saat ini.

Terlebih sekarang, beberapa titik yang sebelumnya tidak pernah mengalami banjir, kini justru mulai terdampak. Hal ini menunjukkan bahwa sistem drainase yang ada perlu ditinjau kembali, baik dari sisi perencanaan maupun pelaksanaannya.

Potensi Industri Pengolahan, DPRD Harapkan Jadi Penopang Ekonomi Berau Jangka Panjang

“Drainase telah terbangun harus kita kaji ulang. Kenapa daerah yang sebelumnya tidak banjir sekarang justru banjir. Berarti ada yang perlu diperbaiki dalam sistemnya,” ujar Ketua DPRD, Dedy saat di wawancarai di Kantor Bupati Berau jalan APT Pranoto, Kecamatan Tanjung Redeb, Selasa (7/4/2026).

Ia juga meminta kepada dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR), untuk lebih proaktif dalam melakukan penanganan, termasuk turun langsung ke lapangan saat terjadi banjir guna mengetahui kondisi sebenarnya. Respons cepat dari pemerintah sangat penting agar permasalahan dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Selain itu, Dedy Okto juga menyoroti kondisi lampu PJU yang banyak dilaporkan tidak berfungsi, terutama di titik-titik rawan yang membutuhkan penerangan. Mana respon OPD terkait yakni Dinas Perhubungan (Dishub) dengan melakukan perbaikan PJU tersebut belum ada action di lapangan, terlebih jika masih dalam masa garansi dari pihak penyedia, sehingga tidak membebani anggaran daerah.

“Banyak laporan lampu jalan yang mati. Ini tentu sangat berbahaya bagi masyarakat, apalagi di malam hari. Kalau masih dalam masa garansi, harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Dedy juga mendorong Dishub untuk melakukan pengecekan secara berkala terhadap kondisi PJU, sehingga kerusakan dapat segera diketahui dan diperbaiki. Karena keberadaan PJU sangat penting dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama bagi pengguna jalan di malam hari.

Soroti Kekurangan Nakes, DPRD Berau Minta Pemerataan Segera Dilakukan

“PJU ini bukan sekadar fasilitas, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat. Jadi harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Dedy berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh terhadap persoalan banjir dan PJU, sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.

“Ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat, jadi harus menjadi prioritas. Kita ingin masyarakat merasa aman dan nyaman,” pungkasnya. (ADV/NH/AZS)