Advetorial Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Potensi Industri Pengolahan, DPRD Harapkan Jadi Penopang Ekonomi Berau Jangka Panjang

Potensi Industri Pengolahan, DPRD Harapkan Jadi Penopang Ekonomi Berau Jangka Panjang

TANJUNG REDEB, Swaraberau.com – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Abdul Waris, menyampaikan pandangan strategis mengenai urgensi pengembangan sektor industri pengolahan bahan mentah sebagai sektor ekonomi jangka panjang yang lebih aman dan berdaya saing. Hal itu diutarakan beliau, menyusul kekhawatiran atas ketergantungan Bumi Batiwakkal pada sektor ekstraktif yang rentan mengalami penurunan.

“Karena itu, kami mengharapkan Pemerintah daerah (Pemda) perlu membuka ruang inovasi terhadap komoditas pertanian, seperti jagung, agar tidak hanya diperdagangkan sebagai bahan baku,” ungkapnya saat berbincang di kantor DPRD Jl Gatot Subroto, Kecamatan Tanjung Redeb, Selasa (31/3/2026) lalu.

Dirinya juga menilai, bahwa peluang pengembangan industri hilir masih sangat besar, terlebih jika Berau ingin keluar dari siklus ketergantungan pada sumber daya alam (SDA) yang dapat habis sewaktu-waktu. Keberadaan industri pengolahan akan memberikan nilai tambah signifikan bagi perekonomian lokal. Produk akhir dari komoditas tersebut, seperti pakan ternak, makanan olahan, hingga turunan jagung, dinilai dapat menciptakan rantai ekonomi baru yang lebih stabil.

“Jika kita hanya menjual bahan mentah, nilai ekonominya tidak akan maksimal. Industri hilir dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperluas lapangan kerja apabila di geluti dengan serius dan kerja sama yang solid antar Pemerintah bersama petani,” ujar Legislator Partai Demokrat itu.

DPRD Kembali Ingatkan Pemkab Berau, Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak

Waris juga menyinggung bahwa risiko ekonomi daerah saat ini cukup tinggi karena terlalu bergantung kepada sektor pertambangan dan eksploitasi SDA. Dia mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk menyiapkan kebijakan jangka panjang yang berfokus pada keberlanjutan. Menurutnya, transformasi ekonomi sudah saatnya diarahkan pada sektor yang aman secara jangka panjang dan tidak bergantung pada faktor ekstraktif.

Lebih jauh, Waris menilai bahwa Pemda harus memperkuat ekosistem industri, termasuk pembangunan fasilitas pendukung, percepatan investasi, serta kemitraan dengan pelaku usaha lokal. Tanpa langkah tersebut, Berau dinilai akan kesulitan membangun pondasi ekonomi yang tangguh.

“Kita memerlukan formulasi kebijakan yang mampu memastikan bahan mentah kita tidak hanya keluar begitu saja. Semua harus terukur dan diarahkan pada pembangunan industri yang benar-benar berkelanjutan,” tegasnya

Dalam wawancara tersebut, beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga komitmen lintas sektor, termasuk masyarakat, pelaku usaha, dan Pemkab Berau. Ia berharap visi industrialisasi Kota Sanggam mulai diwujudkan secara konkret agar daerah tidak kembali terjebak pada ketidakpastian ekonomi.

“Dengan penekanan tersebut, DPRD Berau kembali menyuarakan perlunya reformasi struktur ekonomi daerah menuju sektor-sektor yang mampu bertahan dan terus berkembang dalam jangka panjang. Saya bersama rekan legeslatif lainnya memastikan, siap mengawal kebijakan ini agar dapat direalisasikan, supaya berdampak luas terhadap perekonomian masyaraat,” imbuhnya mengakhiri penjelasan. (ADV/NH/BIN)

Soroti Kekurangan Nakes, DPRD Berau Minta Pemerataan Segera Dilakukan